Ujicoba pilotproject
dari Palantir versi Kota Madiun, Ekraf Hijau 4.0, Sekolah Pi Network, sampai Aurora Global Value Chain. Semuanya kuat secara ide, tapi kalau bicara mana yang paling awal untuk diwujudkan, kita perlu lihat urutan logis pembangunan ekosistem: apa yang jadi fondasi sistem (software/data) dan apa yang jadi wadah fisik/sarana (hardware/infrastruktur).
⚙️ 1. Urutan Logis Pembangunan (Dari Fondasi ke Dampak)
| Tahap | Fokus | Bentuk Keluaran | Kenapa Ini Dulu |
|---|---|---|---|
| Tahap 1 – Sistem & Orkestrasi Data (Palantir Madiun) | Bangun sistem AI Orkestrator berbasis data publik untuk analisis & koordinasi lintas sektor (UMKM, sekolah, kelurahan, KEK). | Platform analitik + dashboard interaktif | Karena semua proyek lain (ekraf, sekolah, kawasan, investasi) butuh data intelligence untuk sinkronisasi keputusan. |
| Tahap 2 – Pusat Edukasi & Inkubasi Digital (Sekolah Pi Network) | Bentuk pusat pembelajaran + inkubator digital yang mengajarkan blockchain, AI, ekonomi kreatif, dan sosial impact. | Sekolah/komunitas digital (fisik + online) | Menyediakan SDM penggerak tahap selanjutnya, sambil menciptakan komunitas nyata. |
| Tahap 3 – Ekosistem Produksi dan Branding (Ekraf Hijau 4.0) | Kembangkan produk nyata berbasis ekonomi hijau (seperti gula semut, Belvapro, batik digital, dll) dalam sistem rantai nilai digital. | Unit produksi, marketplace, storytelling global | Mengubah ide menjadi nilai ekonomi konkret dengan pasar lokal dan ekspor. |
| Tahap 4 – Sarana Fisik & Kawasan Inovasi (KEK / Kampus Inovasi) | Bentuk zona inovasi atau mini KEK yang jadi rumah fisik bagi semua sistem di atas. | Kawasan, co-working, mini-lab produksi | Ini puncak: setelah sistem jalan dan SDM siap, baru kita bentuk wadah permanennya. |
ð 2. Analisis Prioritas Awal (90 Hari Pertama)
| Aspek | Prioritas | Alasan |
|---|---|---|
| Sistem & Data | ✅ Tinggi | Bisa mulai dengan sumber publik (BPS, OSM, Pi Network, data kelurahan) tanpa biaya besar. |
| Komunitas & SDM | ✅ Tinggi | Membentuk tim awal 5–10 orang (campuran digital native + penggerak lokal) untuk jalankan sistem. |
| Produksi & Branding | ⚠️ Sedang | Dimulai setelah ada hasil data/insight dari sistem pertama (misalnya potensi komoditas unggulan lokal). |
| Fasilitas Fisik | ⏳ Rendah dulu | Karena ini paling mahal, bisa dikembangkan paralel setelah dua tahap pertama stabil. |
ð§Đ 3. Rekomendasi Tahapan Implementasi (Langkah Nyata)
Durasi: 90 hari awal (fase bertahan hidup & pembuktian konsep)
| Minggu | Fokus | Langkah |
|---|---|---|
| 1–2 | Definisi & Mapping | Buat blueprint Palantir Madiun versi open-source: arsitektur, dataset, dan use case pertama (misalnya: “dashboard UMKM & komoditas unggulan kelurahan”). |
| 3–4 | Data Pipeline & Dashboard | Bangun prototipe analitik (Python + Streamlit/Metabase), hubungkan data publik dan input manual warga/UMKM. |
| 5–6 | Komunitas Digital (Sekolah Pi Network) | Buka kelas daring mini gratis untuk 100 peserta pertama: data, AI, blockchain, ekraf digital. |
| 7–8 | Pilot Project Ekraf Hijau | Pilih 1 produk (misalnya: gula semut digital supply chain). Uji pemasaran, dokumentasi, storytelling. |
| 9–12 | Review & Skala | Evaluasi hasil, ukur KPI (jumlah pengguna, data masuk, omzet pilot, partisipasi komunitas). Siapkan proposal ke mitra lokal atau donor (BRIN, Kemendag, KEK). |
ð§ 4. Sistem yang Perlu Dibangun Dulu (Inti Teknis)
| Komponen | Deskripsi | Tools / Open Source |
|---|---|---|
| Palantir Madiun Hub (AI Orkestrator) | Pusat data & visualisasi (dashboard kelurahan, UMKM, sekolah, SDG lokal) | PostgreSQL + Metabase + Streamlit + Python |
| Sekolah Pi Network Platform | Learning management + komunitas blockchain lokal | Moodle / Google Classroom + Discord/Telegram API |
| Ekraf Hijau 4.0 Hub | Katalog produk + pelacakan supply chain (digital twin produk lokal) | Shopify / Odoo / Airtable + QR tracking |
| Digital Identity & Kredibilitas Lokal | Sistem reputasi berbasis Pi ID + data verifikasi UMKM | Pi SDK + Supabase / Firebase |
ðŠī 5. Sarana-Prasarana Minimal Awal
Bisa dimulai dari tempat sederhana — bahkan garasi, coworking, atau ruang kelurahan.
| Kebutuhan | Estimasi | Catatan |
|---|---|---|
| Server mini (VPS + domain) | Rp 500 ribu/bln | Untuk hosting dashboard dan sistem data |
| Ruang kerja 20–30 m² | Rp 0–2 juta/bln | Bisa gunakan ruang pinjaman/kelurahan |
| Peralatan dasar (laptop, Wi-Fi) | Sudah umum tersedia | Kolaborasi BYOD (Bring Your Own Device) |
| Branding & dokumentasi | Rp 1–2 juta awal | Logo, media sosial, video dokumenter awal |
ðŊ 6. Kesimpulan: Apa yang Dibangun Dulu
ð Fokus awal: bangun sistem digital dulu (Palantir Madiun) dan ekosistem SDM (Sekolah Pi Network).
Karena keduanya adalah “otak & nadi” semua proyek berikutnya — sedangkan sarana fisik adalah “tulang” yang baru berguna setelah sistemnya hidup.
Kalau kamu mau, saya bisa bantu lanjutkan ke tahap roadmap rinci 90 hari + struktur tim inti (5–7 orang) dan anggaran kasar agar langsung siap dieksekusi minggu ini.
Apakah kamu ingin saya buatkan versi itu?
Mantap ðĨ — berarti kita masuk ke fase eksekusi nyata 90 hari pertama.
Aku akan bantu susun roadmap rinci + struktur tim inti + anggaran kasar + target hasil terukur, untuk tahap “Membangun Fondasi Ekosistem Palantir Madiun & Sekolah Pi Network”.
ð§ TUJUAN 90 HARI
Membangun sistem digital dan komunitas awal sebagai fondasi ekosistem data, pendidikan, dan ekonomi lokal.
Fokus bukan pada gedung besar, tapi membuktikan konsep dan menunjukkan hasil konkret dalam 3 bulan.
ð§Đ 1. STRUKTUR TIM INTI (5–7 ORANG)
| Posisi | Peran | Tugas Utama | Profil Ideal |
|---|---|---|---|
| 1. Project Lead / Orkestrator (Kamu) | Koordinator utama | Menyusun arah, menghubungkan stakeholder, dan menjaga ritme kerja. | Visioner, komunikatif, multitasking |
| 2. Data Engineer / Analyst | Bangun sistem Palantir Madiun (dashboard, database, pipeline) | Setup data publik (BPS, OSM, Pi, kelurahan), buat dashboard Streamlit/Metabase. | Mahir Python + SQL |
| 3. Community & Education Lead | Jalankan Sekolah Pi Network | Rekrut peserta, atur modul, kolaborasi dengan komunitas digital. | Pengajar / aktivis digital |
| 4. Ekraf / UMKM Connector | Penghubung ke pelaku usaha | Data dan dokumentasi pelaku lokal, bantu uji coba produk hijau 4.0. | Pelaku UMKM / jurnalis lokal |
| 5. Designer & Storyteller | Branding dan komunikasi | Visual, media sosial, video dokumenter, narasi inspiratif. | Desainer / kreator konten |
| 6. Teknologi & Blockchain Developer (opsional) | Implementasi integrasi Pi Network dan kredibilitas digital | Hubungkan sistem Pi SDK / blockchain edukatif. | Developer blockchain / full-stack |
| 7. Admin & Finance (part-time) | Pembukuan, logistik, dokumentasi | Mengelola dana, kontrak, dan laporan progres. | Teliti, rapi |
ð 2. ROADMAP 90 HARI RINCI
| Minggu | Fase | Target Output | Aktivitas |
|---|---|---|---|
| 1–2 | Kickstart & Blueprinting | Dokumen Blueprint Palantir Madiun v1 + Struktur tim + domain online aktif | Workshop internal, pemetaan data publik, desain arsitektur sistem |
| 3–4 | Build Prototype Data Hub | Dashboard publik awal (Streamlit/Metabase) menampilkan 3 indikator: UMKM, potensi kelurahan, komoditas | Integrasi data dari BPS, OpenStreetMap, dan input manual |
| 5–6 | Launch Sekolah Pi Network (Gelombang 1) | 100 peserta online + 3 mentor lokal + 1 kurikulum dasar | Modul: Blockchain, Ekonomi Digital, Data, Ekraf |
| 7–8 | Pilot Project Ekraf Hijau 4.0 | 1 produk unggulan lokal (misalnya gula semut digital) masuk rantai nilai digital + katalog online | Branding produk + storytelling + QR tracking |
| 9–10 | Evaluasi & Dokumentasi | Laporan progres (PDF + video dokumenter) + proposal kolaborasi KEK/BRIN | Pengumpulan data dampak awal & pelajaran |
| 11–12 | Scaling & Presentasi | Presentasi hasil ke mitra lokal/pemerintah/universitas | Showcase sistem + demo live dashboard |
ð° 3. ANGGARAN DASAR (ESTIMASI AWAL)
| Kebutuhan | Estimasi Biaya (Rp) | Catatan |
|---|---|---|
| Domain + Hosting VPS (3 bulan) | 1.500.000 | Sistem data + dashboard |
| Perangkat kerja (pinjaman/BYOD) | 0 | Gunakan perangkat pribadi dulu |
| Branding (logo, website, video, desain) | 2.000.000 | Desain & media sosial awal |
| Operasional tim kecil (transport, internet, snack) | 2.000.000 | Kegiatan mingguan dan online |
| Pelatihan & Webinar Sekolah Pi | 1.500.000 | Bahan ajar, Zoom Pro, dokumentasi |
| Produksi Ekraf Pilot | 3.000.000 | Bahan baku, kemasan, QR, foto produk |
| Dokumentasi & Publikasi (video pendek) | 1.000.000 | Dokumentasi hasil & showcase |
| TOTAL 90 HARI | Rp 11.000.000 – 12.000.000 | Bisa mulai dengan microfund / crowdfunding / kemitraan komunitas |
ð 4. KEY RESULTS (HASIL TERUKUR)
| Tujuan | Indikator Keberhasilan | Target 90 Hari |
|---|---|---|
| Sistem berjalan | Dashboard publik aktif & dapat diakses online | ✅ 1 platform aktif |
| Komunitas terbentuk | Jumlah peserta aktif di Sekolah Pi Network | ✅ 100 peserta |
| Proyek ekonomi berjalan | Produk pilot Ekraf Hijau digital terjual & terdokumentasi | ✅ 1 produk unggulan |
| Eksposur & kolaborasi | Jumlah mitra lokal (kelurahan, UMKM, lembaga) | ✅ 3 kolaborator |
| Keberlanjutan | Proposal lanjutan ke mitra (BRIN, universitas, KEK) | ✅ 1 dokumen & presentasi |
ð§ 5. SISTEM YANG DIBANGUN (ARSITEKTUR TEKNIS)
┌────────────────────────────┐
│ Palantir Madiun (Data Hub)│
├────────────────────────────┤
│• Database: PostgreSQL │
│• Backend: Python/Pandas │
│• Visual: Streamlit/Metabase │
│• API: OpenStreetMap, BPS │
│• Output: Dashboard publik │
└────────────────────────────┘
│
▼
┌────────────────────────────┐
│ Sekolah Pi Network │
│• Platform: Moodle/Discord │
│• Modul: AI, Blockchain, │
│ Ekonomi Digital │
│• Output: 100 peserta aktif │
└────────────────────────────┘
│
▼
┌────────────────────────────┐
│ Ekraf Hijau 4.0 Hub │
│• Produk: gula semut, batik │
│• Sistem: QR tracking │
│• Output: katalog digital │
└────────────────────────────┘
ð 6. TAKEAWAY STRATEGIS
- Fokus awal: bangun bukti, bukan birokrasi.
- Tujuan 90 hari: dunia tahu bahwa sistem ini hidup, bukan wacana.
- Setelah sistem dan komunitas berjalan, baru ajukan scaling ke program nasional, KEK, BRIN, universitas, atau mitra swasta.
Kalau kamu setuju, langkah berikutnya aku bisa bantu buat:
- Dokumen Rencana Eksekusi (OKR Startup Style 90 Hari) dalam format Markdown + CSV + JSON (siap presentasi ke mitra).
- Sertakan timeline mingguan + KPI numerik + resource breakdown.
Apakah kamu mau saya buatkan versi dokumen itu sekarang (versi siap pakai & bisa dikirim ke calon mitra)?
https://chatgpt.com/share/691234e0-a750-800e-9206-a587036097f5Hebat ð — berarti kita lanjut ke Blueprint Visual + Roadmap Gantt 1 Tahun versi Palantir Madiun,
khusus untuk kepala daerah yang ingin membangun “Sistem & SDM dulu, baru Beton”.
ð§ BLUEPRINT VISUAL & ROADMAP PEMBANGUNAN DAERAH 1 TAHUN
Versi Palantir Madiun – “Bangun Otak Sebelum Otot”
ð§ą STRUKTUR 5 LAPIS PEMBANGUNAN
| Lapisan | Fokus Strategis | Tujuan Utama | Indikator Kunci |
|---|---|---|---|
| 1. Sistem & Data (Q1) | Membangun otak dan peta digital daerah | Tersedia dashboard data lintas sektor | 80% data utama terintegrasi |
| 2. SDM & Kultur (Q2) | Membentuk manusia & budaya berbasis data | ASN & UMKM melek digital | 1.000 orang tersertifikasi digital |
| 3. Konektivitas & Ekosistem (Q3) | Menguatkan jejaring kolaborasi 4 helix | Forum data & inovasi aktif | 10 proyek sinergi lintas sektor |
| 4. Sarana & Prasarana (Q4) | Bangun infrastruktur berdasar data | Proyek prioritas sesuai kebutuhan | 80% proyek fisik–digital sinkron |
| 5. Keberlanjutan (Tahun 2) | Menjadikan sistem mandiri & adaptif | Transformasi terus berjalan | 90% program replikasi otomatis |
ð ROADMAP GANTT CHART (1 TAHUN)
| Fase | Bulan | Fokus Utama | Aktivitas Inti | Output |
|---|---|---|---|---|
| Q1 (Jan–Mar) | 1–3 | Bangun Sistem & Data Dasar | - Bentuk Tim Data Daerah (Palantir Madiun) - Audit dan integrasi data BPS, OSM, Kemendagri - Buat dashboard ekonomi–sosial–UMKM - Tetapkan OKR 90 hari pertama |
Dashboard aktif + laporan baseline |
| Q2 (Apr–Jun) | 4–6 | Kembangkan SDM & Budaya Data | - Pelatihan ASN & UMKM literasi digital - Coaching OKR lintas OPD - Inkubator inovasi publik - Evaluasi dashboard & perbaikan kualitas data |
ASN/UMKM melek data, budaya berbasis hasil |
| Q3 (Jul–Sep) | 7–9 | Bangun Konektivitas & Ekosistem | - Forum Data & Inovasi Daerah - Kolaborasi dengan kampus/startup - Implementasi e-katalog & marketplace lokal - Smart Collaboration Hub diresmikan |
10+ kolaborasi aktif, ekosistem sinergi |
| Q4 (Okt–Des) | 10–12 | Bangun Infrastruktur Berdasarkan Data | - Bangun proyek prioritas (jalan, pasar, logistik, digital hub) berdasar analisis dashboard - Integrasi sensor & sistem smart city - Monitoring kinerja fisik–digital terintegrasi |
Infrastruktur data-driven, laporan kinerja publik |
| Tahun 2 (lanjutan) | 13+ | Keberlanjutan & Skalasi | - Replikasi model ke kecamatan/kelurahan - Kerjasama global–nasional - Pengembangan open data & AI lokal |
Sistem mandiri, daerah cerdas & terbuka |
ðš️ VISUAL STRATEGI (Alur Logis)
DATA → SDM → JARINGAN → INFRASTRUKTUR → KEMAJUAN
│ │ │ │
▼ ▼ ▼ ▼
Otak Jiwa Nadi Otot
(Dashboard) (Kultur) (Ekosistem) (Fisik)
ð TEMPLATE OKR TAHUN PERTAMA (PALANTIR MADIUN)
| Objective | Key Results | Deadline | PIC | Status |
|---|---|---|---|---|
| Bangun Sistem & Dashboard Data Daerah | 1. 80% data ekonomi–sosial–UMKM terintegrasi 2. Dashboard publik online 3. Forum Data terbentuk |
Maret 2026 | Bappeda + Diskominfo | ðĒ On Track |
| Kembangkan SDM Digital & Budaya Kinerja | 1. 1.000 ASN & UMKM tersertifikasi digital 2. 100% OPD pakai OKR 3. 3 proyek inovasi publik aktif |
Juni 2026 | BKD + Dinkop | ðĒ On Track |
| Bangun Ekosistem Kolaboratif & Infrastruktur Data-driven | 1. 10+ proyek kolaborasi lintas sektor 2. 80% proyek fisik berdasar analisis data 3. Dashboard monitoring publik real-time |
Des 2026 | Sekda + Bappeda | ðĒ On Track |
ð CSV VERSI (Timeline + Indikator)
Quarter, Fokus, Aktivitas Inti, Output, Indikator Kinerja, Penanggung Jawab
Q1, Sistem & Data, "Audit data publik, integrasi dashboard, tetapkan OKR", "Dashboard aktif", "80% data terintegrasi", Bappeda
Q2, SDM & Kultur, "Pelatihan ASN & UMKM, coaching OKR, inkubator inovasi", "1000 ASN/UMKM terlatih", "Budaya berbasis data", BKD
Q3, Konektivitas & Ekosistem, "Forum Data, kolaborasi kampus-startup, marketplace lokal", "10 proyek sinergi", "Ekosistem aktif", Sekda
Q4, Sarana & Prasarana, "Pembangunan fisik prioritas berbasis data", "Infrastruktur data-driven", "80% proyek sesuai analisis", DPU + Diskominfo
Tahun 2, Keberlanjutan, "Replikasi sistem ke kecamatan, pengembangan open data", "Model mandiri", "Daerah cerdas & berkelanjutan", Sekda
ð METRIK KEBERHASILAN
| Kategori | Metrik Utama | Target |
|---|---|---|
| Data & Sistem | Jumlah dataset terintegrasi | ≥ 10 sektor utama |
| SDM Digital | ASN & UMKM tersertifikasi digital | ≥ 1.000 orang |
| Ekosistem Kolaborasi | Jumlah proyek lintas sektor aktif | ≥ 10 proyek |
| Efisiensi Pembangunan | Proyek fisik sesuai hasil analisis data | ≥ 80% |
| Transparansi Publik | Dashboard publik aktif & terakses | ≥ 1 dashboard real-time |
ð 25 Ide Inovasi “Madiun 2026 Ekosistem Ekraf & Investasi”
Dikelompokkan berdasarkan:
(1) Ekraf, (2) Investasi, (3) UMKM, (4) Digital & AI, (5) Budaya & Pariwisata, dan (6) Lingkungan & Sosial.
1) ðĻ Inovasi Ekonomi Kreatif (Ekraf)
1. Madiun Creative Export Hub
Mirip konsep ekspor Rp53T Jateng → Madiun membuat hub ekspor UMKM & Ekraf:
-
kurasi produk (kriya, fashion, makanan)
-
sertifikasi kualitas
-
pendampingan ekspor
-
akses logistik (dengan memanfaatkan jalur KA Madiun–Surabaya–Jakarta)
→ Target: 100 produk Madiun tembus ekspor 2026.
2. “Madiun Modest Fashion Valley”
Terinspirasi dari dominasi sektor fashion Jawa Tengah.
Madiun bisa fokus pada:
-
modest fashion
-
hijab premium
-
batik Madiun modern
→ Didukung oleh Fashion Creative Studio di Sogaten/Patihan.
3. Madiun Wellness & Herbal Lab
Terinspirasi dari tren wellness ekraf (Solo Raya 2025).
Madiun punya potensi jamu, wedang, herbal, termasuk:
-
jahe Madiun
-
empon-empon
Buat Herbal R&D Lab + produk: -
aromaterapi
-
minuman kesehatan
-
suplemen herbal bersertifikasi.
4. Pabrik Konten Kreatif “Arek Madiun Studio”
Mengembangkan subsektor game, animasi, musik, konten video.
Bisa berupa:
-
studio kecil dengan kamera, green screen
-
pelatihan creator muda
Target: 1000 konten kreator lokal berpenghasilan 2026.
5. Madiun K-Pop Dance & Music Learning Center
Ekraf modern → kolaborasi budaya → menarik anak muda + investasi event.
2) ð° Inovasi Penarik Investasi
6. Madiun Investment Command Center (MICC)
Versi mini CJIBF + Palantir:
-
dashboard data investasi real-time
-
proyek siap tawar (IPRO)
-
sistem satu pintu
Target: 50 investor baru masuk 2026.
7. Madiun Industrial Talent Program
Mirip strategi Jateng padat karya.
Madiun menyiapkan:
-
tenaga kerja kompeten tekstil, alas kaki, F&B, digital
-
dengan pelatihan 90 hari berbasis OKR
→ Memudahkan investor masuk karena SDM siap.
8. “100 Project Ready to Invest” Book
Kumpulan proyek siap investasi:
-
wisata
-
UMKM skala pabrik
-
sentra kuliner
-
industri olahraga
Dibuat profesional seperti Investment Prospectus.
9. Zona Industri Ringan “Madiun Smart Mini-Industrial Park”
Zona 5–10 ha untuk:
-
pabrik makanan ringan
-
pabrik herbal
-
pabrik fashion
Dengan standar halal, logistik, dan SDM.
3) ð Inovasi UMKM
10. Madiun Packaging Design Lab
UMKM maju → kemasan harus kelas ekspor.
Buat lab untuk:
-
desain kemasan
-
printing
-
foto produk
→ Target: 500 UMKM naik kelas 2026.
11. Kredit UMKM “KUR Kreatif Madiun”
Kolaborasi dengan bank:
-
bunga rendah
-
khusus ekraf & UMKM naik kelas
Output: bisnis siap ekspor.
12. Open Kitchen “Madiun Kuliner Lab”
Fasilitas masak profesional untuk:
-
kuliner khas Madiun
-
pengujian resep ekspor
-
sertifikasi BPOM/halal
→ Target: 100 produk kuliner Madiun masuk supermarket modern.
4) ðĪ Inovasi Digital & AI
13. Madiun City AI Orchestrator
Mirip Palantir City OS:
-
menggabungkan data UMKM, investasi, wisata, kesehatan
-
memberi insight harian
-
menuntun kebijakan berbasis data.
14. “AI for UMKM” Accelerator
Setiap UMKM diberi:
-
template AI
-
AI untuk penjualan, konten, pembukuan
-
chatbot toko otomatis
Target: 1.000 UMKM pakai AI 2026.
15. Sistem “Madiun Ekraf Digital Twin”
Model digital untuk memprediksi:
-
nilai ekspor
-
tren ekraf
-
kawasan potensial investasi
Mirip pendekatan GVC + Palantir.
16. Marketplace “Pasar Madiun Global”
Platform e-commerce ekspor khusus UMKM Madiun:
-
shipping global
-
kurasi produk
-
foto produk profesional
5) ð Budaya, Pariwisata, Gaya Hidup
17. Madiun Creative Festival (MCF) 2026
Event besar skala nasional:
-
fashion show
-
pameran kriya
-
musik kreatif
→ Branding kota kreatif.
18. Wisata Rel Industri & Kreatif
Madiun punya sejarah kereta api → bisa dibuat:
-
museum kereta modern
-
tur pabrik kereta
-
shopping kreatif berbasis rel
→ Unik, tidak dimiliki kota lain.
19. “Madiun Lights & Fountain Show”
Event malam mingguan seperti Singapore River Show versi mini.
Bagus untuk:
-
turis
-
konten kreator
-
ekonomi malam.
20. Film “Story of Madiun”
Pemerintah mendanai film pendek:
-
sejarah budaya
-
kuliner
-
cerita heroik lokal
Untuk promosi pariwisata kreatif.
6) ðą Lingkungan & Sosial
21. Program “Zero Waste Creative”
Mirip ekraf hijau Jateng:
-
kriya daur ulang
-
fashion reuse
-
eco packaging
→ Target: 50 bisnis kreatif ramah lingkungan.
22. Urban Farming + Ekraf Herbal
Pusat herbal:
-
rosemary
-
lavender
-
jahe
-
kunyit
-
sereh
→ suplier untuk Herbal Lab.
23. Digitalisasi PKK – “Madiun Womenpreneur”
Mengubah ibu-ibu PKK menjadi:
-
pelaku ekonomi kreatif
-
reseller digital
-
kreator konten edukatif
Sejalan dengan inklusi kreatif Jateng.
24. “Kampung Kreatif Madiun” (12 kampung)
Mirip Kabupaten/Kota Kreatif Jateng (12 lokasi).
Madiun membuat:
-
kampung batik
-
kampung kuliner
-
kampung herbal
-
kampung animasi (anak muda)
25. Mini Global Value Chain Hub
Madiun jadi:
-
pusat pengemasan
-
pusat finishing produk
-
pusat quality control
untuk UMKM dari Ponorogo–Magetan–Ngawi–Nganjuk.
ð Ringkasannya
Madiun bisa meng-copy + modifikasi strategi Jawa Tengah dengan fokus pada:
-
Ekraf premium (fashion, kuliner, kriya, herbal)
-
Digital creative (game, animasi, konten)
-
Hub ekspor
-
Zona investasi
-
Sistem data & AI seperti Palantir
-
Event & pariwisata kreatif
-
Empowerment komunitas akar rumput
Dengan model ini, Madiun bisa menjadi "Magnet Ekraf Regional 2026" seperti Jawa Tengah pada skala provinsi.
Komentar
Posting Komentar