kacang tanah
Tentu, video ini adalah panduan lengkap dan detail mengenai budidaya kacang tanah di botol bekas. Berikut adalah ringkasan tahapan dan analisis keuntungannya:
Video ini menjanjikan potensi keuntungan hingga puluhan juta rupiah dari usaha rumahan skala kecil ini [00:21], dengan risiko kerugian yang minim karena sistem tanam dalam wadah yang sangat terkontrol [04:45].
1. Persiapan Awal (Botol, Media, dan Benih)
Wadah Tanam (Botol Bekas): Gunakan botol plastik bekas berukuran 1,5 liter [06:27]. Potong bagian atasnya dan buat 8 hingga 10 lubang kecil di dasar botol untuk memastikan drainase dan sirkulasi udara yang baik [06:36].
Media Tanam: Campuran ideal adalah tanah gembur, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan yang seimbang [06:55].
Pemilihan Benih: Pilih biji kacang tanah berwarna coklat tua, mulus, dan tidak keriput [07:35]. Untuk skala 500 botol, dibutuhkan sekitar 10 kg benih [07:53].
Proses Tanam: Isi botol dengan media tanam hingga 3/4 bagian. Masukkan dua biji sedalam 2 cm [08:46].
Area Tanam: Kacang tanah membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 jam setiap hari [08:15].
2. Perawatan dan Pemupukan (Fase Kunci)
Penyiraman: Jaga media tanam agar tetap lembab tetapi tidak basah. Lakukan penyiraman secara teratur pagi atau sore hari [11:50].
Penting: Pada usia 1,5 bulan ke atas (fase pengisian polong), kurangi penyiraman hingga setengahnya untuk memacu kepadatan isi polong [14:36].
Pemupukan: Pemupukan awal dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu [09:39]. Lanjutkan pemberian pupuk organik cair (disarankan dari kotoran kambing fermentasi) setiap 7 hingga 10 hari sekali [12:29].
Rotasi Botol: Lakukan rotasi botol satu kali seminggu untuk memastikan seluruh bagian tanaman mendapat cahaya yang merata dan pertumbuhan polong yang optimal [10:18].
Pengendalian Hama: Gunakan solusi organik sederhana dari bawang putih dan daun sirih sebagai antimikroba dan penolak serangga [13:29].
3. Panen dan Analisis Keuntungan
Masa Panen: Panen terbaik adalah pada usia 3,5 hingga 4 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning dan batang rebah [16:30].
Hasil Panen: Satu botol rata-rata menghasilkan 60 hingga 80 gram kacang tanah kering kupas [17:26]. Untuk 500 botol, perkiraan panen adalah 30–40 kg [17:36].
Pasca Panen: Lakukan pengeringan polong di bawah sinar matahari langsung selama 2 hingga 3 hari untuk menurunkan kadar air dan mencegah jamur [17:46].
Modal dan Profit (Simulasi 500 Botol):
Total Modal Awal: Diperkirakan sekitar Rp800.000 [20:55] (termasuk benih, media tanam, dan pupuk).
Pendapatan Penjualan Mentah: Jika dijual Rp35.000/kg, potensi pendapatan mencapai Rp1.400.000 [21:18].
Pendapatan Olahan (Nilai Tambah): Jika diolah menjadi kacang oven (dijual Rp75.000/kg), potensi pendapatan mencapai Rp2.625.000 [21:45], dengan keuntungan bersih mendekati Rp2 juta [21:55].
Skala Besar: Jika dikembangkan ke skala 5.000 botol, pendapatan bisa menembus Rp35 juta dalam satu kali panen 4 bulan [22:26].
Anda dapat menonton video panduan lengkap ini di:
NGGAK NYANGKA‼️Kacang Tanah di Botol Bekas Bikin CUAN PULUHAN JUTA. Pemula Wajib Tahu‼️
Ya, betul, budidaya kacang tanah ini membutuhkan keduanya, dan ini adalah dua faktor kunci keberhasilan:
Sinar Matahari (Cahaya):
Kacang tanah sangat responsif terhadap sinar matahari dan memerlukan cahaya matahari penuh minimal 6 jam setiap hari.
Sinar matahari langsung dibutuhkan untuk memicu pembentukan klorofil dan memperkuat batang.
Pupuk (Nutrisi):
Nutrisi sudah disiapkan di awal dengan kombinasi media tanam yang ideal, yaitu tanah gembur, sekam bakar, dan pupuk kandang.
Pemupukan lanjutan dapat menggunakan pupuk organik cair (disarankan dari fermentasi kotoran kambing) yang diberikan pertama kali saat tanaman berumur 2 minggu.
Pemberian pupuk lanjutan dapat dilakukan secara rutin setiap 7 hingga 10 hari sekali.
Komentar
Posting Komentar