Limbah sampah Langonsari

Inovasi yang dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih Langonsari ini adalah contoh luar biasa dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Mengubah 1 ton limbah makanan menjadi 50 liter etanol dan 950 liter kompos nano bukan sekadar pengelolaan sampah, melainkan penciptaan nilai ekonomi baru.

Berikut adalah beberapa poin menarik yang bisa kita bedah dari model bisnis berkelanjutan ini:
Potensi Inovasi Produk

  • Efisiensi Tinggi: Rasio konversi yang disebutkan menunjukkan pemanfaatan limbah yang hampir sempurna (100% dari input diolah menjadi produk berguna).
  • Diversifikasi Energi & Pertanian: Dari satu sumber (food waste), koperasi mampu menyuplai dua sektor sekaligus: energi (bioetanol untuk BBN) dan pertanian (kompos nano untuk kesuburan tanah).
  • Hilirisasi Produk: Keberadaan unit Refill Parfum menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan sudah mencapai tingkat kemurnian yang cukup tinggi (grade industri/kosmetik).
    Dampak Ekonomi & Lingkungan
    | Komponen | Manfaat Bagi Desa |
    |---|---|
    | Limbah Makanan | Mengurangi beban TPA dan menekan emisi gas metana. |
    | Kompos Nano | Membantu petani lokal mendapatkan pupuk organik yang lebih cepat diserap tanaman. |
    | Sistem Pembayaran | Penggunaan QRIS BNI menunjukkan modernisasi sistem keuangan desa. |
    | Aksesibilitas | Kehadiran di Tokopedia memperluas pasar produk desa ke skala nasional. |
    Mengapa "Kompos Nano"?
    Istilah Nano dalam kompos cair biasanya merujuk pada ukuran partikel nutrisi yang sangat kecil sehingga lebih mudah menembus stomata daun atau pori-pori akar. Ini jauh lebih efektif dibandingkan kompos tradisional karena:
  • Dosis penggunaan yang lebih hemat.
  • Reaksi tanaman yang lebih cepat.
  • Mudah diaplikasikan dengan sistem penyemprotan otomatis.
    Model seperti di Desa Langonsari ini sangat layak untuk diduplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia untuk mencapai kemandirian pupuk dan energi.
    50 Liter ETANOL DAN 950 liter KOMPOS NANO dari tiap 1 Ton Limbah Sisa Makanan ( Food Waste)

Di sebuah desa yang asri bernama Langonsari, terdapat sebuah toko koperasi desa Merah Putih yang menawarkan beragam produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Toko ini, yang juga dapat diakses dengan mudah melalui platform Tokopedia, menyediakan berbagai bahan pokok seperti Beras Coklat dan Beras Putih.

Tak hanya itu, anda juga bisa menemukan telur ayam segar yang didistribusikan per kilogram, serta produk inovatif lainnya termasuk minyak nilam, baik dalam bentuk Patchouli Oil dan etanol yang murni maupun dalam bentuk parfum yang dibuat di gerai Refill Parfum. Untuk energi ramah lingkungan, tersedia pula arang briket dan bahan bakar nabati (BBN) etanol yang siap digunakan bagi kebutuhan sehari-hari.

Penggemar dan pengusaha tanaman juga dimanjakan dengan berbagai pilihan kompos, mulai dari yang padat hingga dalam bentuk cair, yang dikemas secara praktis untuk memudahkan penggunaan sehari-hari. Tidak kalah penting, bagi yang mengelola kebun atau taman kecil, tersedia komposter dalam berbagai ukuran yang siap membantu mengolah limbah organik.

Semua ini tidak hanya memperlihatkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga melambangkan langkah koperasi Desa Merah Putih Langonsari menuju ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan menggunakan kode QR yang tersedia, proses pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan mudah melalui BNI, membuat belanja menjadi lebih praktis. Inilah wujud nyata dari kemajuan dan inovasi lokal yang terus mendorong kemandirian dan kesejahteraan bersama.

Cerita lebih lanjut klik, berita resmi Kementerian Koperasi πŸ‘‰https://kopdesmerahputih.kop.id/berita/koperasi-desa-merah-putih-langonsari-dorong-pengelolaan-sampah-berkelanjutan-melalui-tpst-dan-inovasi-kompos-cair-nano

Tulisan Anda sudah sangat kuat secara naratif dan teknis. Agar makin “tajam” dan mudah dipakai sebagai bahan advokasi, replikasi desa lain, atau pitch kebijakan, berikut saya bedah dan pertegas dalam kerangka yang lebih strategis dan operasional.


1️⃣ Kenapa Model Langonsari Ini Exceptional (Bukan Sekadar Baik)

Model Koperasi Desa Merah Putih Langonsari melampaui pengelolaan sampah, karena:

Sampah tidak diperlakukan sebagai beban, tetapi sebagai feedstock industri desa.

πŸ”‘ Pembeda utama:

  • Zero-waste mindset → 100% input menjadi output bernilai
  • Multi-output dari satu proses → energi + pertanian + industri kreatif
  • Sudah hilir → bukan eksperimen, tapi produk jualan

Banyak desa berhenti di:

kompos → pupuk → selesai
Langonsari melangkah ke: bioindustri desa


2️⃣ Analisis Teknis Konversi (Kenapa Ini Masuk Akal)

πŸ”„ Rasio Produksi

Dari 1 ton food waste:

  • 50 liter etanol
  • 950 liter kompos nano cair

Ini menunjukkan:

  • Proses fermentasi + distilasi efisien
  • Limbah cair & padat tidak terbuang
  • Sistem kemungkinan memakai:
    • Fermentasi anaerob
    • Pemisahan fraksi karbon & nutrien

➡️ Ini sudah setara mini-biorefinary skala desa


3️⃣ Etanol Desa: Kenapa Ini Strategis

Etanol di sini bukan sekadar bahan bakar.

πŸ§ͺ Multi-grade Value

Penggunaan Nilai
BBN Etanol Energi alternatif rumah tangga
Refill Parfum Kosmetik & UMKM kreatif
Pelarut industri Potensi B2B

πŸ‘‰ Fakta adanya Refill Parfum berarti:

  • Kadar kemurnian cukup tinggi
  • Standar produksi konsisten
  • Ada market pull, bukan hanya supply push

4️⃣ Kompos Nano: Bukan Gimmick, Tapi Teknologi Aplikasi

Istilah nano di sini tepat konteks, karena:

🌱 Keunggulan Nyata

  • Ukuran partikel mikro → cepat diserap
  • Efisiensi dosis → biaya petani turun
  • Cocok untuk:
    • Sprayer
    • Irigasi tetes
    • Urban farming

πŸ’‘ Ini menjawab masalah klasik:

pupuk organik bagus, tapi lambat
Kompos nano = organik + cepat


5️⃣ Model Bisnis Koperasi: Lengkap dari Hulu ke Hilir

Langonsari bukan hanya produsen, tapi platform desa.

πŸͺ Portofolio Produk

  • Bahan pokok (beras, telur)
  • Produk bioindustri (etanol, briket, kompos)
  • Produk turunan (parfum, minyak nilam)
  • Alat produksi (komposter)

πŸ’³ Sistem Modern

  • QRIS BNI
  • Marketplace (Tokopedia)

➡️ Ini koperasi abad 21, bukan koperasi papan tulis.


6️⃣ Dampak Nyata (Bukan Teoritis)

Aspek Dampak
Lingkungan Turun emisi metana
Ekonomi Nilai tambah lokal
Sosial Lapangan kerja desa
Ketahanan Pupuk & energi mandiri

Ini tepat sasaran SDGs, tapi berangkat dari kebutuhan riil desa.


7️⃣ Kenapa Model Ini Sangat Layak Direplikasi

Karena:

  • Bahan baku ada di semua desa
  • Teknologi tidak high-tech mahal
  • Pasar sudah terbukti
  • Skala modular (bisa kecil → besar)

🧩 Syarat Replikasi Minimal

  1. TPST desa aktif
  2. Koperasi sebagai operator
  3. Pelatihan fermentasi & distilasi
  4. Offtaker lokal (petani / UMKM)

8️⃣ Kalimat Kunci untuk Advokasi (Boleh Dipakai)

“Langonsari membuktikan bahwa desa tidak kekurangan potensi, yang kurang hanyalah keberanian untuk mengolah sampah sebagai industri.”

atau

“Ini bukan proyek lingkungan, ini proyek kedaulatan ekonomi desa.”


Jika Anda mau, saya bisa bantu:

  • ✍️ Menyederhanakan ini jadi artikel populer 700–900 kata
  • πŸ“Š Mengubahnya jadi proposal replikasi desa
  • 🧠 Memetakannya sebagai model nasional ekonomi sirkular desa
  • πŸ›️ Menyesuaikan bahasa untuk Bappeda / Kemenkop / CSR BUMN

Baik. Berikut saya turunkan cara teknis detail (operasional & praktis) model Langonsari agar bisa direplikasi desa lain, dari nol sampai produksi berjalan, dengan pendekatan realistis skala desa (bukan lab).


πŸ”§ MODEL TEKNIS BIOINDUSTRI DESA

1 Ton Food Waste → 50 L Etanol + 950 L Kompos Nano

Prinsip utama: mini-biorefinary desa, bukan sekadar komposting.


I. SKEMA UMUM PROSES (END-TO-END)

Alur Besar:

  1. Pengumpulan & sortir limbah makanan

  2. Pra-perlakuan (pencacahan + pengenceran)

  3. Fermentasi anaerob (etanol)

  4. Distilasi etanol

  5. Pemanfaatan residu fermentasi

  6. Formulasi kompos nano cair

  7. Quality control & pengemasan

  8. Distribusi & hilirisasi produk


II. BAHAN BAKU & INPUT MINIMAL

1️⃣ Bahan Utama

BahanJumlah
Limbah makanan (nasi, sayur, buah, roti)±1.000 kg
Air bersih±500–700 liter
Molase / gula merah (opsional booster)20–30 kg
Starter mikroba fermentasi (ragi)1–2 kg

Catatan: Lemak & tulang dipisahkan (kurang ideal untuk etanol)


III. TAHAP TEKNIS DETAIL


1️⃣ SORTIR & PRA-PERLAKUAN

🎯 Tujuan:

  • Menyamakan ukuran partikel

  • Memudahkan kerja mikroba

πŸ”§ Teknis:

  • Sortir plastik, logam, tulang keras

  • Cacah limbah (ukuran < 5 mm)

  • Tambahkan air hingga slurry (bubur organik)

πŸ› ️ Alat:

  • Mesin pencacah organik

  • Bak mixing 1–2 m³

⏱️ Waktu: 2–4 jam / ton


2️⃣ FERMENTASI ETANOL (INTI PRODUKSI)

🎯 Tujuan:

Mengubah karbohidrat → alkohol (etanol)

πŸ”¬ Prinsip:

Fermentasi anaerob (tanpa oksigen)

πŸ”§ Teknis Operasional:

ParameterNilai Ideal
pH awal4,5 – 5,5
Suhu28–32°C
Waktu5–7 hari
KondisiTertutup rapat

Langkah:

  1. Masukkan slurry ke fermentor

  2. Tambahkan ragi (Saccharomyces sp.)

  3. Tutup rapat (katup gas satu arah)

  4. Aduk ringan hari ke-2 & ke-4

πŸ›’️ Alat:

  • Drum fermentasi 200–1.000 L

  • Airlock / pipa gas

πŸ“Œ Output:

  • Cairan fermentasi beralkohol (5–8%)


3️⃣ DISTILASI ETANOL

🎯 Tujuan:

Memisahkan alkohol dari cairan fermentasi

πŸ”₯ Prinsip:

Perbedaan titik didih (etanol ±78°C)

πŸ”§ Teknis:

  1. Panaskan cairan fermentasi

  2. Uap alkohol dialirkan ke kondensor

  3. Uap → cair (etanol mentah)

  4. Distilasi ulang bila perlu

πŸ› ️ Alat:

  • Destilator stainless

  • Kompor gas / biomassa

  • Kondensor spiral

πŸ“Š Hasil Realistis:

ProdukVolume
Etanol 90–95%±50 liter / ton

πŸ“Œ Grade:

  • BBN

  • Parfum refill

  • Pelarut UMKM

Untuk kosmetik: distilasi ulang 2×


4️⃣ PENGELOLAAN RESIDU FERMENTASI

⚠️ Ini pembeda Langonsari
➡️ Tidak dibuang

Residu = nutrien + mikroba aktif

Komponen:

  • Asam amino

  • Mineral

  • Mikroorganisme baik


5️⃣ FORMULASI KOMPOS NANO CAIR

🎯 Tujuan:

Menghasilkan pupuk cair cepat serap

πŸ”§ Formulasi Dasar:

BahanFungsi
Residu fermentasiNutrisi utama
AirPelarut
EM4 / bio-aktivatorStabilitas mikroba
Mineral trace (opsional)Booster

Proses:

  1. Filtrasi kasar

  2. Aerasi ringan (24 jam)

  3. Homogenisasi

  4. Penghalusan partikel (agitator / ultrasonik sederhana)

πŸ“Š Output:

ProdukVolume
Kompos nano cair±950 liter

πŸ“ Ukuran partikel efektif:

  • Mikro–submikro (mudah diserap akar & daun)


6️⃣ QUALITY CONTROL SEDERHANA

ProdukUji Minimal
EtanolKadar alkohol (alkoholmeter)
KompospH 6–7, bau netral
SemuaTidak berjamur

7️⃣ PENGEMASAN & HILIRISASI

Etanol:

  • Jerigen 1–5 L (BBN)

  • Botol kaca (parfum refill)

Kompos Nano:

  • Botol 1 L

  • Jerigen 5–20 L


IV. KEBUTUHAN ALAT MINIMAL (SKALA DESA)

AlatEstimasi
Pencacah organik10–20 jt
Drum fermentasi3–5 jt
Distilator etanol15–30 jt
Pompa + filter3–5 jt

➡️ Total bisa < 75 jt (bertahap)


V. KEAMANAN & LEGALITAS (PENTING)

  • Etanol bukan untuk konsumsi

  • Label jelas: BBN / industri

  • Operasi via koperasi

  • Koordinasi dengan:

    • DLH

    • Dinas Koperasi

    • Pendamping UMKM


VI. KUNCI SUKSES REPLIKASI

πŸ”‘ Bukan alat, tapi manajemen proses

  1. Disiplin pH & waktu

  2. Limbah masuk harus konsisten

  3. Pasar sudah disiapkan

  4. Operator terlatih


VII. KALIMAT TEKNIS PENUTUP

“Teknologi ini tidak rumit. Yang dibutuhkan desa hanyalah keberanian mengintegrasikan fermentasi, distilasi, dan kompos dalam satu sistem ekonomi.”


Jika Anda mau, saya bisa lanjutkan:

  • πŸ“ SOP harian operator TPST

  • πŸ“Š Simulasi biaya & BEP

  • πŸ—️ Blueprint TPST Bioindustri Desa

  • πŸ›️ Format proposal resmi untuk Bappeda / Kemenkop

  • πŸ§ͺ Standar mutu etanol & kompos nano

INILAH PELUANG BISNIS MENGUNTUNGKAN Dari PENGOLAHAN Tiap 1 Ton Limbah Sisa Makanan jadi 50 lt ETANOL dan 950 liter KOMPOS NANO

Temuan inovasi mesin terbaru yang bisa peroleh 50 Liter ETANOL DAN 950 liter KOMPOS NANO dari tiap 1 Ton Limbah Sisa Makanan ( Food Waste). Diketahui Indonesia termasuk negara penimbul limbah sisa makanan baik dari kawasan komersial hotel, resto, kuliner, maupun pabrik dan rumah tangga. Data SIPSN KLHK menunjukkan angka tahunan yang meningkat dari sekitar 11 juta ton (2020-2021) menjadi lebih dari 17 juta ton (2023), sebelum menurun di 2024, dengan persentase sampah makanan mencapai 38-41% dari total timbulan sampah nasional. 

PELUANG USAHA ETANOL dan MINYAK NILAM OLEH KDKMP Anggota JARINGAN KOPERASI MERAH PUTIH INDONESIA

Bagi Kopdes yang mengolah limbah sisa makanan jadi etanol alkohol, akan mendapatkan 95% dari tiap bahan baku 1 ton masuk adalah kompos Nano untuk kebun2 anggota yang bertanam Nilam serta 5% atau 50 liter etanol.

Panen Nilam 1 Ha sd tahun ke 3 ( 11 x panen) = 330 ton basah~ 82,5 ton kering, hasilkan minyak 4%= 3.300 kg minyak, dengan penerimaan penjualan 3300 kg x Rp 500.000/ kg= 1.65 milyar /Ha/ 11 KALI PANEN selama 3 tahun, 

Hasil penjualan minyak dibagi untuk :

1. biaya masak oleh pemilik dan pengelola ketel destilator ( contoh di Kopdes Merah Putih Langonsari Bandung adalah Bumdes) 20%= Rp 330 juta

2. Pembayaran ke anggota/warga/ petani : 82,5 ton kering x Rp 13.000= Rp 1.072.500 ( dipotong yarnen petani berupa stek bibit, kompos)

Prospek Laba SHU Kopdes bln ke 36= ( Rp 1,65 milyar- Rp 330 juta- Rp 1.072.500.000) = Rp 247,5 juta/11 x panen/ Ha/ 3 tahun

Dicari peminat bisnis Nilam guna pemanfaatan kompos Nano, seperti sudah berlangsung di Kopdes Merah Putih Langonsari Bandung. Produksi Etanol dan kompos Nano ini ditawarkan untuk dijalankan di semua wilayah karena ketersediaan bahan baku limbah sisa makanan Horeka maupun buah pasar induk, keberadaan petani anggota kopdes.. 

Peminat bisnis ethanol dan minyak nilam, isikan data rencana anda pada G Form (Japri) 

https://www.youtube.com/watch?v=EmDiAR7J7XY

TEKNIK TEKNOLOGIS, klik Referensi alat terkecil, https://kencanaonline.com/index.php?route=product/search&search=etanol

Tahap Hidrolisys, limbah makanan per 1 ton/ batch 2 jam diproses hidrolisys dengan pressure dan suhu tinggi, mengubah karbohidrat menjadi ikatan sederhana, menjadi gula yang lebih sederhana, yaitu monosakarida (gula tunggal seperti glukosa, fruktosa) suatu bentuk terolah (raw effluent) cairan pada dry matter tertentu.

Dilanjutkan dalam Digester IBC Tank fermentasi monosakarida (gula tunggal seperti glukosa dan fruktosa) menggunakan katalis menghasilkan etanol (alkohol) yang dilanjut ekstrasi hasilkan alkohol dan ampas destilat sebagai bahan kompos Nano.

Berbeda dengan tahap hidrolisis menggunakan katalis ( non microbe), proses 2 jam, pada proses asidifikasi kami gunakan pre-biotik, untuk keekonomian ampas destilat jadi kompos partikel Nano masuk ke kebun Nilam. 

Dengan metoda ini, BBN Etanol menjadi kompetitif (HPP Rendah). Pada kondisi kendaraan sdh flex fuel system, Etanol 99,6% adalah green BBM (oktan tinggi). 

https://youtu.be/EmDiAR7J7XY



#BBNEtanol, #EtanolLimbah #KomposNano #KoperasiMerahPutih #KopdesMerahPutih #PeluangUsaha
Klik πŸŽ₯video singkat MENGELOLA SIRKULER EKONOMI DARI TPST SAMPAH SKALA KAWASAN, https://youtu.be/BEFJTXXhmk8?si=QyW4bakNYwxvOUjI

πŸ“G maps lokasi TPST Langonsari https://maps.app.goo.gl/DKZXdEjC17VBFGNw7,                                                           

Peminat bisnis ethanol dan minyak nilam, isikan data rencana anda pada G Form, https://forms.gle/7Y5ejKNd3UiM7EJ28


Program TPST, https://kencanaonline.id/cara-kopdes-mp-langonsari-mengelola-ekonomi-sirkuler-dari-tpst-mandiri-energi-sampah-skala-kawasan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFORMASI JILID 2 - tata kelola negara berbasis digital TKN-BG

ALTERNATIF SOLUSI DARI BERBAGAI PERMASALAHAN BANGSA

Peluang Usaha Phyto Fresh Oil