minyak atsiri
Video YouTube berjudul "Zero Waste Farming: Penyulingan Daun Sereh Wangi Tanpa Limbah Terbuang Sia-sia" ini membahas secara rinci proses pembuatan minyak atsiri (essential oil) dari daun sereh wangi oleh Kelompok Tani Bangkit di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, dengan menekankan pada pemanfaatan seluruh limbah yang dihasilkan.
Berikut adalah rangkuman isi video tersebut:
1. Sejarah Singkat dan Budidaya Sereh Wangi
Awal Mula: Kelompok Tani Bangkit memulai usaha penyulingan ini setelah mendapatkan bibit sereh wangi pada akhir tahun 2019 [01:52] dan diberi bantuan alat penyulingan yang berkapasitas 3 kuintal daun [02:42].
Penanaman yang Mudah: Proses penanaman sereh wangi dianggap sangat mudah, bahkan bisa tumbuh tanpa perawatan khusus [03:15].
Waktu Panen: Waktu penanaman terbaik adalah pada awal musim penghujan (Desember dan Januari) [04:05]. Panen pertama dapat dilakukan pada usia 6 bulan, dan panen berikutnya setiap 3 hingga 4 bulan sekali [04:33].
Hasil Panen: Satu rumpun sereh wangi berpotensi menghasilkan 1 hingga 2 kg daun [03:40].
2. Proses Penyulingan Minyak Atsiri
Pemuatan Daun: Daun sereh wangi yang sudah dipanen dan ditimbang (kapasitas 3 kuintal) langsung dimasukkan ke dalam ketel penyulingan dan harus diinjak-injak agar padat [06:28].
Penyegelan: Tutup ketel dikunci dengan baut besi dan diberi segel kulit kayu putih untuk memastikan tidak ada uap yang bocor, sehingga uap hanya keluar melalui pipa [07:38].
Aliran Uap: Uap yang mengandung minyak atsiri dialirkan melalui pipa menuju bak pendingin. Pipa di dalam bak pendingin ini panjangnya 24 meter [09:03].
Lama Proses: Tetesan minyak pertama biasanya muncul setelah 2 hingga 2,5 jam [08:02]. Seluruh proses penyulingan selesai setelah kurang lebih 6 jam [08:17].
Hasil Produksi: Satu kali proses penyulingan (3 kuintal daun) dapat menghasilkan 1,5 hingga 2 liter minyak atsiri [17:32].
Faktor Penentu Kualitas: Kandungan minyak atsiri lebih tinggi jika tanaman sereh wangi ditanam di tempat terbuka yang terpapar sinar matahari penuh [17:50].
3. Konsep Zero Waste (Pemanfaatan Limbah)
Kelompok Tani Bangkit memanfaatkan dua jenis limbah yang dihasilkan dari proses penyulingan:
A. Limbah Cair (Hidrosol)
Apa itu Hidrosol? Ini adalah air uap yang keluar bersama minyak yang secara alami akan terpisah dari minyak atsiri [09:46].
Pemanfaatan: Hidrosol masih mengandung aroma sereh wangi dan dapat digunakan sebagai cairan penyemprot hama organik (pengusir hama, bukan pembunuh) pada tanaman sayuran dan buah-buahan [10:20].
B. Limbah Padat (Daun Bekas Sulingan)
Didaur Ulang Menjadi Sirap: Daun sereh wangi yang sudah disuling akan diangkat, dijemur, dan kemudian dianyam oleh ibu-ibu [11:19] menjadi sirap (atap) untuk gazebo atau bangunan.
Didaur Ulang Menjadi Pupuk Organik: Daun yang rusak atau patah (tidak bisa dianyam) akan dicacah [14:24] dan dicampur dengan kotoran ternak (sapi, kambing, ayam), bekatul, tetes tebu, dan dedaunan hijau untuk difermentasi [13:53].
Proses fermentasi ini memakan waktu sekitar 21 hari hingga 1 bulan [14:39], dan hasilnya adalah pupuk organik alami.
Anda dapat menyaksikan seluruh prosesnya melalui tautan berikut: Zero Waste Farming: Penyulingan Daun Sereh Wangi Tanpa Limbah Terbuang Sia-sia
Video dari Tanilink TV ini menyajikan gambaran mendalam tentang bisnis rumahan minyak atsiri (minyak esensial) yang dikelola oleh Pak Age di Desa Cipancar, Kabupaten Subang. Video ini fokus pada proses penyulingan dari daun cengkeh dan daun sereh (lemongrass).
Berikut adalah rangkuman dari bisnis tersebut, termasuk rincian modal dan harga jual yang mengejutkan:
1. Bahan Baku dan Modal
| Bahan Baku | Kondisi Bahan | Harga Beli (Modal) | Proses Pengambilan |
| Daun Cengkeh | Kering (kualitas super, tanpa tanah/daun lain) | Rp3.500/kg (sudah termasuk biaya operasional/BOP sampai lokasi) [03:00] | Daun rontok disapu dan dikumpulkan dari kebun cengkeh [01:46]. |
| Daun Sereh | Basah (baru dipanen) | Tidak disebutkan harga beli, namun dipanen langsung dari kebun [00:34]. | Dipotong dan langsung diproses tanpa harus dikeringkan [01:13]. |
2. Proses Produksi (Penyulingan)
Proses yang dilakukan adalah penyulingan uap.
Kapasitas Alat: Alat penyulingan yang digunakan berkapasitas 250 kg untuk daun cengkeh [03:43] dan 400 kg untuk daun sereh [00:54].
Waktu Pemrosesan:
Teknik Khusus: Proses membutuhkan penjagaan api yang ekstra dan stabil (besar) selama 7 jam penuh [07:36]. Minyak dan air yang keluar didinginkan melalui spiral (kondensor) [05:54] dan dipisahkan menggunakan alat yang dinamakan kain monel [06:44].
3. Hasil (Penyusutan Berat)
Terjadi penyusutan berat yang signifikan antara bahan baku dan hasil akhir minyak:
| Bahan Baku | Kapasitas Olah | Perkiraan Hasil Minyak | Rasio Hasil (per 100 kg) |
| Daun Cengkeh Kering | 250 kg | Sekitar 7 kg [03:55] | Sekitar 3 kg minyak per 1 kuintal (100 kg) [03:55] |
| Daun Sereh Basah | 400 kg | Sekitar 3,2 kg [01:03] | Sekitar 0,8 kg minyak per 1 kuintal (100 kg) [00:03] |
4. Harga Jual dan Nilai Jual
| Jenis Minyak Atsiri | Kisaran Harga Jual per Kg |
| Minyak Cengkeh | Rp200.000 sampai Rp250.000 per kg [09:25] |
| Minyak Sereh | Rp250.000 sampai Rp300.000 per kg [09:32] |
Meskipun modal daun cengkeh hanya Rp3.500/kg, harga jual minyaknya bisa mencapai Rp250.000/kg. Hal ini menunjukkan nilai jual yang sangat tinggi setelah melewati proses penyulingan dan penyusutan berat bahan.
5. Pemanfaatan Limbah
Limbah Daun Cengkeh: Dapat digunakan sebagai kayu bakar untuk proses penyulingan berikutnya [07:57].
Limbah Daun Sereh: Diolah menjadi pupuk organik karena tidak dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar [08:18].
Detail Minyak:
Minyak Cengkeh: Bobotnya agak berat, dan memiliki efek panas yang lebih tinggi [09:01].
Minyak Sereh: Bobotnya lebih ringan, warnanya agak bening, dan efek panasnya lebih sedang [08:51].
Untuk informasi lebih lanjut atau pembelian, Pak Age berlokasi di Kampung Cirindegirang, RT 29 RW 12, Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang [09:51].
Anda dapat menonton video lengkapnya di: Bisnis Wangi di Desa: Modal Rp3.500/Kg Jadi Rp250.000?
Komentar
Posting Komentar