Peranan Probiotik dalam Pola Makan Sehat
Peranan Probiotik dalam Pola Makan Sehat
Webinar Yayasan Upakara Bioenzim Nusantara
Sabtu, 30 Agustus 2025
Webinar bertajuk “Peranan Probiotik dalam Pola Makan Sehat” ini diselenggarakan oleh Yayasan Upakara Bioenzim Nusantara dan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Endang Sutris Rahayu, MS, Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Musa Tanaja dan bertujuan memberikan pemahaman ilmiah sekaligus praktis mengenai peran probiotik dalam menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan yang tepat.
Hakikat Probiotik
Prof. Endang menjelaskan bahwa probiotik adalah mikroorganisme hidup, baik berupa bakteri maupun ragi, yang bila dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia. Namun, tidak semua mikroba dapat disebut probiotik. Suatu mikroorganisme harus memenuhi syarat tertentu, yaitu memiliki identitas strain yang jelas, aman dikonsumsi, tetap hidup saat mencapai saluran cerna, serta telah terbukti manfaatnya melalui penelitian dan uji klinis.
Salah satu contoh probiotik unggulan yang diperkenalkan dalam webinar ini adalah Lactiplantibacillus plantarum Dad-13, strain lokal Indonesia yang diisolasi dari dadih, produk susu fermentasi tradisional Minangkabau. Strain ini merupakan hasil riset panjang tim UGM dan telah menunjukkan berbagai manfaat kesehatan.
Peranan Probiotik dalam Tubuh
Probiotik bekerja terutama di saluran pencernaan, khususnya usus besar (kolon). Peran utamanya meliputi:
Melindungi usus dengan menyeimbangkan mikrobiota dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Menghasilkan senyawa penting, seperti short-chain fatty acids (SCFA) yang berperan dalam kesehatan metabolisme serta membantu produksi vitamin tertentu.
Memodulasi sistem imun, sehingga daya tahan tubuh tetap optimal dan respons imun tidak berlebihan.
Dengan kata lain, probiotik berfungsi sebagai “penjaga ekosistem” di dalam usus agar tetap seimbang dan sehat.
Mikrobiota Usus dan Disbiosis
Prof. Endang menekankan bahwa kesehatan usus sangat ditentukan oleh keseimbangan mikrobiota usus. Ketika keseimbangan ini terganggu, terjadilah kondisi yang disebut disbiosis, yaitu keadaan di mana bakteri patogen lebih dominan dibandingkan bakteri baik.
Disbiosis telah dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga kanker kolon. Menariknya, kesehatan usus dapat dipantau secara sederhana melalui kondisi feses, baik dari bentuk maupun aromanya. Berdasarkan skala Bristol, feses tipe 3–5 dianggap mencerminkan kondisi usus yang sehat.
Pola Makan Sehat sebagai Fondasi
Probiotik bukanlah solusi tunggal, melainkan pendamping pola makan sehat. Prof. Endang menegaskan pentingnya menerapkan konsep “Isi Piringku”, yaitu:
Sepertiga bagian karbohidrat
Sepertiga sayuran
Seperenam lauk pauk
Seperenam buah-buahan
Dalam konteks kesehatan usus, serat pangan memegang peranan sangat penting karena berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik. Serat tidak dicerna oleh tubuh manusia, tetapi sangat dibutuhkan oleh mikrobiota usus untuk menghasilkan senyawa bermanfaat seperti SCFA.
Manfaat Klinis Probiotik Dad-13
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, probiotik Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 terbukti memberikan manfaat klinis pada berbagai kondisi, antara lain:
Anak dengan malnutrisi dan stunting, dengan perbaikan kondisi usus dan peningkatan produksi SCFA.
Pasien diabetes, dengan membantu menurunkan kadar HbA1c sebagai terapi pendamping obat medis.
Kasus obesitas, dengan membantu penurunan berat badan dan memperbaiki profil mikrobiota usus.
Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa probiotik lokal Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Kesimpulan
Webinar ini menegaskan bahwa probiotik berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mencegah disbiosis, namun manfaatnya akan optimal jika didukung oleh pola makan seimbang, asupan serat yang cukup, aktivitas fisik teratur, serta kondisi mental yang positif dan ceria. Dengan pendekatan holistik ini, kesehatan tubuh dapat dijaga secara berkelanjutan.
Jika Anda ingin, saya juga bisa:
Menyederhanakan ringkasan ini untuk leaflet atau poster edukasi,
Mengubahnya menjadi artikel populer, materi presentasi, atau
Mengaitkannya dengan bioenzim, pangan fermentasi lokal, atau program kesehatan masyarakat (misalnya untuk kelurahan atau komunitas).
Komentar
Posting Komentar