pertanian
jepang
berikut adalah penjelasan mengenai metode pupuk organik dari Jepang tanpa tanah yang dibahas dalam video tersebut, berdasarkan informasi dari narasumber, Gusti Pratama Ulusna, dan petani yang menggunakannya:
Metode ini merupakan sebuah inovasi teknologi pertanian organik yang berfokus pada perbaikan dan kesuburan tanah serta proses pembibitan yang sangat cepat, dengan inti utama pada media tanam yang tidak menggunakan tanah sama sekali [02:41].
1. Inovasi Media Tanam Tanpa Tanah
Tujuan Utama: Media tanam tanpa tanah ini diciptakan untuk menghasilkan proses persemaian (pembibitan) yang lebih cepat dan hasilnya lebih bagus [03:09].
Waktu Pindah Tanam: Metode ini memangkas waktu pembibitan dari rata-rata 14-18 hari menjadi kurang dari 10 hari agar bibit siap dipindahkan ke lahan tanam [02:24].
Ketahanan Tanaman: Salah satu keunggulan media ini adalah untuk membentuk calon tanaman induk yang memiliki sistem kekebalan (imun) yang kuat sejak dini, sehingga lebih tahan terhadap serangan virus, bakteri, dan penyakit seperti Fusarium yang belum ada obatnya [03:13].
2. Filosofi Pupuk Organik vs. Kimia
Perbedaan mendasar dari metode ini adalah fokus pada perbaikan kualitas lahan:
| Aspek | Pupuk Organik (Metode Jepang) | Pupuk Kimia (Konvensional) |
| Fokus Pemupukan | Memupuk tanah, bukan hanya tanaman [06:38]. | Memberikan asupan nutrisi hanya pada tanaman [06:23]. |
| Hasil Jangka Panjang | Kandungan unsur hara mikro-makro tanah tetap stabil, sehingga panen kedua dan selanjutnya hasilnya juga bagus atau stabil [06:40]. | Hasil panen pertama biasanya bagus, tetapi tanah menjadi keras dan rusak di panen berikutnya [06:17], [06:32]. |
3. Komposisi dan Proses Pupuk Organik
Bahan Baku Pilihan: Pupuk yang diproduksi menggunakan kotoran hewan (kohe) dengan kandungan unsur hara mikro-makro tertinggi, yaitu:
Proses Kualitas: Kohe harus diproses dengan cara fermentasi dan sterilisasi [10:04], [16:36]. Hal ini bertujuan untuk:
4. Hasil dan Peningkatan Produktivitas
Metode ini menunjukkan hasil yang signifikan pada berbagai jenis tanaman:
Peningkatan Kecepatan Panen:
Peningkatan Kualitas: Sayuran yang ditanam dengan pupuk organik penuh di Jepang terasa manis dan tidak pahit meski dimakan mentah, karena tidak adanya aplikasi kimia [05:20], [05:41].
Peningkatan Hasil Panen:
Kelapa Sawit (Kalimantan): Hasil meningkat drastis dari 250 kg per hektar (rotasi pertama) menjadi 1.600 kg per hektar (rotasi keempat) [11:13], [11:31].
Padi (Klaten): Prediksi hasil panen mencapai 8 ton per hektar, melampaui rata-rata petani lain yang menggunakan pupuk kimia (6-7 ton per hektar) [15:46].
Cabai: 4 batang cabai dapat menghasilkan 1,2 kg, sedangkan dengan pupuk kimia biasanya membutuhkan 8-9 batang untuk mendapatkan 1 kg [12:00].
Anda dapat menonton informasi lengkap dari narasumber di sini:
BUAT PUPUK JEPANG TANPA TANAH TANAMAN JADI CEPAT BERBUAH DAN PANEN BERLIMPAH | CERITA USAHA
israel
video tersebut secara rinci menjelaskan bagaimana teknologi pertanian Israel telah berkontribusi signifikan dalam upaya global untuk memerangi kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan, sesuai dengan konteks yang Anda berikan.
Video ini menyoroti berbagai terobosan yang telah dilakukan Israel, yang telah berhasil menghijaukan gurun mereka sendiri dan membagikan penemuan tersebut ke seluruh dunia [00:59].
Berikut adalah rangkuman inovasi utama teknologi pertanian Israel yang dijelaskan dalam video:
1. Inovasi untuk Mengurangi Kerugian Pasca Panen
Sekitar sepertiga makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia di seluruh dunia hilang atau terbuang setiap tahun. Israel telah mengembangkan solusi untuk masalah ini:
Grip Lockons: Kantung besar sederhana dan terjangkau yang mampu menahan air dan udara dari luar, menjaga kesegaran biji-bijian hingga siap dipasarkan. Kantung ini digunakan di sekitar 100 negara, termasuk di Afrika dan Asia [01:37].
Amais: Menyediakan unit pengeringan, disinfeksi, dan penyimpanan modular (tenaga listrik atau surya) untuk melindungi biji-bijian seperti jagung dari serangan jamur beracun, hama, dan hewan lainnya. Unit ini sangat membantu petani di subsahara Afrika dan India [02:14].
2. Pertanian Presisi (Precision Agriculture)
Sektor ini melibatkan lebih dari 450 perusahaan yang menawarkan teknologi canggih untuk menciptakan pertanian yang lebih efisien dan produktif [03:13]:
Agritech: Memungkinkan petani mengintegrasikan semua data pertanian (pencitraan, stasiun cuaca, sensor) ke dalam satu platform yang dapat diakses melalui aplikasi seluler untuk membuat keputusan yang lebih tepat waktu [03:42].
Crop Optimal: Menawarkan pengujian akurat secara real time terhadap jaringan tanaman, tanah, dan air. Teknologi ini mengurangi waktu analisis standar dari 10 hari menjadi kurang dari 1 jam [04:01].
Taranis: Menggabungkan pencitraan udara beresolusi tinggi dengan kecerdasan buatan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai kondisi lahan, hingga ke tingkat serangga dan daun [04:24].
Prospera: Sistem pertanian digital yang mengumpulkan, mendigitalkan, dan menganalisis data untuk membantu petani mengendalikan dan mengoptimalkan sistem pertumbuhan, sehingga meningkatkan hasil pertanian [04:46].
3. Pengembangan Benih Berkualitas Tinggi
Ilmuwan Israel telah menciptakan berbagai jenis benih yang lebih bergizi, berproduksi tinggi, aromatik, serta memiliki ketahanan terhadap kekeringan dan penyakit [05:11].
Equinom: Mengembangkan varietas benih yang kuat dan berprotein tinggi, termasuk varietas wijen yang dipatenkan yang tahan pecah sehingga dapat dipanen dengan mesin. Inovasi ini mengatasi keterbatasan panen manual yang sering menyebabkan kerugian [05:33].
Hazera dan Gat R&D (Origin): Perusahaan pembiak benih terkemuka Israel yang beroperasi secara internasional, fokus pada pengembangan varietas buah dan sayuran seperti melon, mentimun, dan tomat [06:14].
4. Protein Alternatif
Untuk memenuhi kebutuhan sumber protein yang lebih murah, sehat, dan berkelanjutan, perusahaan-perusahaan Israel mengembangkan produk inovatif:
Protein Berbasis Serangga: Perusahaan seperti Flying Spark memproduksi bubuk protein dari larva lalat buah, sementara Hargol menghasilkan bubuk protein dari belalang budidaya [07:18].
Protein Nabati: InnovoPro dan ChickP mengembangkan konsentrat protein berbahan dasar kacang Arab sebagai pengganti daging vegan dengan rasa netral [07:40].
Daging Kultur (Bersih): Perusahaan rintisan seperti Future Meat Technologies dan Aleph Farms sedang memproduksi daging kultur bersih yang berasal dari sel hewan [08:26].
5. Irigasi Tetes
Inovasi yang dilakukan oleh Simcha Blass pada tahun 1960-an merevolusi konsep irigasi tetes, yang menjadi dasar bagi perusahaan global Netafim [08:41].
Perangkat TIPA: Memungkinkan penggunaan gravitasi untuk mengairi lahan saat tidak ada tekanan air di daerah pedesaan, dan telah disediakan kepada ratusan petani di berbagai negara seperti Senegal dan Kenya [09:24].
Perusahaan seperti Kopel, Saturas, dan SupPlant membantu penerapan program irigasi tetes yang efisien di seluruh dunia, memungkinkan penggunaan air yang lebih sedikit sambil meningkatkan hasil panen [09:49].
6. Pengendalian Hama Biologis dan Regulasi Ekspor
BioFeed (untuk Lalat Buah): Produk Freedom Biovedet adalah umpan ramah lingkungan yang berhasil mengurangi serangan lalat buah oriental pada mangga di India dari 95% menjadi kurang dari 5% tanpa menggunakan semprotan pestisida [11:00].
BioBest (Biopersimilis): Membiak dan mengekspor spesies serangga dan tungau bermanfaat untuk pengendalian hama biologis, seperti Biopersimilis yang sangat efektif melawan tungau laba-laba. Penggunaan produk ini dapat mengurangi penggunaan pestisida hingga 80% [11:42].
AkkaLogic: Sebuah sistem manajemen pertanian berbasis cloud yang memberikan panduan peraturan ekspor yang selalu diperbarui kepada petani. Sistem ini membantu koperasi petani kecil di luar negeri, seperti di Angola, untuk pertama kalinya mengekspor hasil panen mereka ke Eropa [13:05].
Anda dapat menonton video tersebut di TEKNOLOGI PERTANIAN ISRAEL!! Bisa memberi Makan Dunia! untuk detail lebih lanjut.
Komentar
Posting Komentar