REOG GAJAH KALACHAKRA

 REOG GAJAH KALACHAKRA

“Kala Kembali pada Cahaya”

BUKA (DALANG / SINDEN – LAMBAT, DALAM)
Saat dunia hiruk dan bising,
Niat buruk saling mengancam,
Serigala, ular, harimau mengaum,
Hawa nafsu jadi raja di dada.

Langit gelap, bumi bergetar,
Manusia lupa pada asalnya,
Kala berputar tanpa belas,
Gelap menguasai rasa dan akal.


REFRAIN I (Wirid – Pelan, Berulang)
Yamaraja… Jaramaya…
Tanamkan kasih dan sayang,
Siapa menyerang dengan niat gelap,
Kembali menjadi welas asih.

Yamarani… Niramaya…
Bawakan kebajikan,
Siapa datang dengan maksud buruk,
Menjauh… sirna… lenyap…


BAIT II (Gerak Awal Gajah)
Dari delapan penjuru bumi,
Gajah melangkah perlahan pasti,
Tak mengejar, tak menyerang,
Namun dunia menjadi hening.

Putih, merah, hijau, hitam,
Emas, biru, ungu, coklat tanah,
Semua berdiri sebagai pusat,
Menopang jagat dengan kesabaran.


REFRAIN II (Wirid – Dinamis)
Yasilapa… Palasiya…
Lenyapkan kekurangan,
Siapa membuat kelaparan,
Berbalik menjadi pemberi makan.

Yamiroda… Daromiya…
Hadirkan kemerdekaan,
Siapa memaksa dan mengikat,
Berubah menjadi pelonggar beban.


BAIT III (Konflik & Transformasi)
Yang buruk maju dengan amarah,
Yang suci hanya menggetarkan bumi,
Tak ada darah yang tumpah,
Niat jahat jatuh sendiri.

Serigala menjadi bisu,
Ular melepas racun,
Harimau duduk bersujud,
Mencari jalan pulang.


REFRAIN III (Wirid – Tegas & Sakral)
Yamidosa… Sadomiya…
Sebarkan kebenaran,
Siapa berbuat salah dan dosa,
Berubah menjadi pembawa jasa.

Yadayuda… Dayudaya…
Ciptakan damai dunia,
Siapa mengajak perang,
Berbalik mengajak musyawarah.


BAIT IV (Kesadaran Kala)
Kala tak dibuang,
Kala tak dibunuh,
Kala disadarkan,
Kembali kepada Tuhan.


REFRAIN IV (Wirid – Lembut, Menenangkan)
Yasiyaca… Cayasiya…
Tumbuhkan kesejahteraan,
Siapa membuat celaka,
Berubah menjadi penyelamat.

Yasihama… Mahasiya…
Amankan kehidupan,
Siapa merusak jagat dan jiwa,
Berubah membangun dan menjaga.


PENUTUP (Semua Penari – Agung & Hening)
Gajah mengitari pusat,
Cakra berputar lingkar suci,
Yang dahulu gelap,
Kini bercahaya dari dalam.

Kala tak dibuang,
Kala tak dimusnahkan,
Niat jahat kembali ke pemiliknya,
Gajah berdiri—dunia tenteram.

Kekuatan sejati tak menyerang,
Keburukan tak perlu dimatikan,
Segala niat kembali pada asalnya,
Damai lahir dari keselarasan.

Ini bukan ajaran menyerang,
Ini tuntunan pulang ke rasa,
Yang buruk akan luruh sendiri,
Karena hukum hidup:
Semua kembali.

Postingan Berita Sosmed Instagram

https://www.instagram.com/p/DUPabQ3kcq4/?igsh=OXJoN2NjN3hydHc4

Postingan Berita Sosmed Tiktok

https://vt.tiktok.com/ZSagJmPaK/ 



1. CARA MENGUTARAKAN KONSEP KE MASYARAKAT (NARASI PUBLIK)

Kamu bisa menyampaikan seperti ini (ini bukan teks resmi, tapi gaya tutur yang mudah diterima):

“Reog Gajah Kalachakra adalah seni pertunjukan tentang kekuatan sejati.
Bukan kekuatan untuk menyerang, tapi kekuatan untuk menata niat, menenangkan nafsu, dan mengembalikan keseimbangan hidup.”

“Gajah melambangkan kebijaksanaan dan kesabaran.
Kalachakra melambangkan perputaran hidup dan waktu.
Dalam pertunjukan ini, kami tidak mengajarkan mengalahkan musuh,
tetapi mengembalikan niat buruk ke asalnya, agar dunia kembali tenteram.”

“Tokoh Kala dalam pertunjukan ini bukan musuh yang dibunuh,
tetapi kesadaran yang dibangunkan.
Karena yang gelap tidak selalu harus dimusnahkan,
cukup disadarkan.”

Kalimat kunci yang sangat penting untuk publik:

  • ❌ bukan ilmu menyerang

  • ❌ bukan ajaran balas dendam

  • ✅ seni kesadaran

  • ✅ tuntunan etika dan rasa

  • ✅ filosofi Nusantara yang relevan hari ini


2. ALUR CERITA REOG GAJAH KALACHAKRA (RINGKAS & JELAS)

Babak 1 – Dunia Tidak Seimbang
Manusia dikuasai hawa nafsu, iri, amarah.
Binatang buas muncul sebagai simbol sifat manusia.

Babak 2 – Kala Berputar Tanpa Kendali
Kala bukan setan, tapi waktu dan karma yang berjalan tanpa kesadaran.

Babak 3 – Turunnya Gajah Kalachakra
Gajah hadir dari delapan arah, tidak menyerang.
Hanya melangkah, menata pusat (pancer).

Babak 4 – Wirid Transformasi
Doa dan tembang bukan untuk memanggil kekuatan luar,
tetapi membangkitkan kesadaran batin.

Babak 5 – Dunia Menjadi Tenteram
Niat buruk luruh sendiri.
Musuh berubah, bukan dikalahkan.


3. LIRIK LAGU UTAMA

REOG GAJAH KALACHAKRA

“Perputaran Kala, Kembalinya Rasa”

PEMBUKA (Dalang / Sinden – lirih)

Di saat dunia kehilangan arah,
Manusia lupa asal dan tujuan,
Nafsu memimpin langkah hidup,
Akal dan rasa terbelenggu.

Langit berat, bumi gelisah,
Kala berputar tanpa jeda,
Yang gelap bukan untuk dimusnahkan,
Tapi untuk disadarkan.


BAIT I (Masuk Konflik)

Serigala lahir dari amarah,
Ular dari dusta dan racun,
Harimau dari kuasa yang lapar,
Semua hidup di dada manusia.


REFRAIN (Wirid Inti – Diulang)

Yamaraja… Jaramaya…
Putarkan kala dengan welas,
Yang datang dengan niat gelap,
Kembali pulang membawa terang.


BAIT II (Masuk Gajah)

Dari delapan penjuru semesta,
Gajah melangkah tanpa marah,
Tak mengoyak, tak menghancurkan,
Namun jagat mulai diam.

Putih dan hitam berdiri sejajar,
Merah dan hijau belajar seimbang,
Semua warna kembali ke pusat,
Menjadi satu kesadaran.


REFRAIN II

Yamiroda… Daromiya…
Bebaskan yang terbelenggu,
Yang memaksa dan menindas,
Belajar melepas dan melindungi.


BAIT III (Transformasi)

Tak ada darah yang ditumpahkan,
Tak ada musuh yang dibunuh,
Niat buruk jatuh sendiri,
Saat rasa kembali hidup.

Serigala menunduk diam,
Ular melepas bisa,
Harimau duduk bersujud,
Mencari jalan pulang.


KLIMAKS (Semua Penari)

Kala tak dibuang!
Kala tak dimatikan!
Kala disadarkan!
Kembali pada Tuhan!


PENUTUP (Agung & Tenang)

Gajah mengitari pusat dunia,
Cakra berputar lingkar suci,
Kekuatan sejati adalah sabar,
Keselarasan adalah kemenangan.

Ini bukan seni menyerang,
Ini tuntunan pulang ke rasa,
Siapa menanam niat buruk,
Akan menuai kesadaran.


4. PESAN INTI UNTUK MASYARAKAT (SATU KALIMAT KUAT)

“Reog Gajah Kalachakra adalah seni yang mengajarkan:
kekuatan sejati bukan untuk mengalahkan,
tetapi untuk menata diri dan menjaga kehidupan.”



A. NARASI DALANG / MC (DIBACAKAN SEBELUM PERTUNJUKAN)

Ini penting banget supaya penonton paham sejak awal dan tidak salah tafsir.

Narasi Pembuka (±2 menit):

Para rawuh ingkang kinurmatan,
Reog Gajah Kalachakra bukanlah pertunjukan tentang kekerasan atau penaklukan.

Ini adalah seni tentang kesadaran hidup.

Gajah melambangkan kebijaksanaan, kesabaran, dan kekuatan batin.
Kalachakra melambangkan perputaran waktu, karma, dan niat manusia.

Dalam kisah ini, yang gelap tidak dimusnahkan,
yang keras tidak dihancurkan,
melainkan disadarkan dan dikembalikan ke asalnya.

Karena kekuatan sejati bukan menyerang,
tetapi menata diri agar dunia kembali seimbang.

Mugi pagelaran menika dados pangeling,
bilih niat ala bakal bali marang sing nduweni,
lan niat becik bakal nglairake tentreming gesang.


B. TEKS PENJELASAN UNTUK PENONTON / BROSUR / MEDIA SOSIAL

APA ITU REOG GAJAH KALACHAKRA?

Reog Gajah Kalachakra adalah seni pertunjukan kontemporer berbasis filosofi Nusantara yang mengangkat nilai:

  • kesadaran diri

  • pengendalian hawa nafsu

  • keseimbangan hidup

  • dan harmoni sosial

Pertunjukan ini tidak menampilkan pertarungan fisik,
melainkan pertarungan batin manusia melawan keserakahan, amarah, dan ego.

MAKNA TOKOH

  • Gajah: kebijaksanaan, kekuatan yang tenang

  • Kala: waktu, karma, dan akibat dari niat manusia

  • Binatang buas: simbol sifat buruk manusia

  • Cakra: keseimbangan dan kesadaran pusat (pancer)

PESAN UTAMA

Yang buruk tidak selalu harus dihancurkan.
Sering kali cukup disadarkan, maka ia akan luruh sendiri.


C. TEKS PROPOSAL RESMI (UNTUK PEMERINTAH / EVENT / FESTIVAL)

Judul Kegiatan:
Pagelaran Seni Reog Gajah Kalachakra

Latar Belakang:
Reog Gajah Kalachakra lahir sebagai respon atas kondisi sosial masyarakat modern yang penuh tekanan, konflik, dan kehilangan keseimbangan batin. Seni ini menjadi media refleksi dan edukasi kultural untuk mengingatkan kembali nilai kesabaran, welas asih, dan tanggung jawab atas niat dan tindakan.

Tujuan:

  1. Mengembangkan seni tradisi berbasis filosofi Nusantara

  2. Menanamkan nilai moral dan kesadaran sosial

  3. Menjadi media edukasi budaya lintas generasi

  4. Menghadirkan pertunjukan yang damai, reflektif, dan inspiratif

Bentuk Pertunjukan:
Tari Reog kontemporer dengan narasi dalang, tembang sinden, tabuhan gamelan, dan visual simbolik gajah sebagai pusat pertunjukan.

Nilai Unggulan:

  • Non-kekerasan

  • Kearifan lokal

  • Relevan dengan isu sosial masa kini

  • Aman untuk semua usia


D. SATU KALIMAT IDENTITAS (WAJIB DIHAFAL TIM)

“Reog Gajah Kalachakra adalah seni kesadaran:
kekuatan tanpa amarah, kemenangan tanpa musuh.”


E. LANGKAH LANJUT (TINGGAL PILIH)


🎭 STYLE – GENRE – NUANSA

REOG GAJAH KALACHAKRA


1️⃣ STYLE (GAYA PERTUNJUKAN)

Reog Kontemporer Filosofis – Ritual Reflektif

Artinya:

  • Berakar pada reog dan tradisi Nusantara

  • Tidak meniru Reog Ponorogo secara mentah

  • Gerak lebih lambat, berat, berwibawa

  • Banyak diam bermakna, bukan gerak agresif

  • Fokus pada gestur simbolik, bukan atraksi fisik ekstrem

πŸ‘‰ Gajah bukan “menari liar”, tapi “hadir”
Setiap langkah = keputusan batin
Setiap diam = kesadaran


2️⃣ GENRE MUSIK & LAGU

πŸ”Έ GENRE UTAMA:

Ethnic Spiritual – Ritual World Music Nusantara

πŸ”Έ Turunannya:

  • Gamelan kontemporer

  • Tembang Jawa sakral

  • Mantra/Wirid musikal

  • Ambient etnik (bukan pop, bukan dangdut)

πŸ”Έ Ciri Musiknya:

  • Tempo sedang ke lambat

  • Banyak drone nada panjang

  • Gong & kendang sebagai “denyut waktu”

  • Vokal tidak mendayu, tapi menggema

πŸ“Œ Bukan lagu hiburan → lagu perenungan


3️⃣ NUANSA (SUASANA YANG DIRASAKAN PENONTON)

Ini penting. Reog Gajah Kalachakra bukan bikin penonton teriak, tapi hening dan merinding.

πŸŒ‘ Awal Pertunjukan:

  • Gelap

  • Berat

  • Tegang

  • Dunia tidak seimbang

πŸŒ— Tengah:

  • Konflik batin

  • Getaran

  • Kesadaran mulai muncul

  • Musik terasa “mengajak diam”

πŸŒ• Akhir:

  • Teduh

  • Lega

  • Damai

  • Seperti habis doa atau tirakat

🧠 Penonton pulang bukan sambil berkata:

“Wah atraksinya hebat”

Tapi berkata:

“Kok rasanya dalam ya…”


4️⃣ EMOSI KUNCI YANG DITARGETKAN

Kalau ini film, emosinya:

  • Bukan adrenalin

  • Tapi ketenangan yang kuat

Emosi utama:

  • Tunduk (eling)

  • Hening

  • Hormat

  • Legawa

  • Pulang ke diri sendiri


5️⃣ PERBANDINGAN BIAR MUDAH DIPAHAMI PUBLIK

❌ Bukan:

  • Reog perang

  • Reog adu kekuatan

  • Reog hiburan riuh

✅ Tapi:

  • Reog kesadaran

  • Reog refleksi

  • Reog tuntunan rasa

Kalimat publik yang bisa kamu pakai:

“Ini Reog yang tidak mengajak marah,
tapi mengajak eling.”


6️⃣ TAGLINE GENRE (PILIH SATU ATAU DUA)

  • Seni Ritual Kesadaran Nusantara

  • Reog Filosofis Kontemporer

  • Pertunjukan Spiritualitas Budaya

  • Ethnic Ritual Performance


7️⃣ KESIMPULAN SATU KALIMAT (WAJIB KONSISTEN)

Reog Gajah Kalachakra adalah seni pertunjukan etnik-spiritual bernuansa ritual reflektif, yang menampilkan kekuatan tanpa amarah dan kemenangan tanpa musuh.

 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFORMASI JILID 2 - tata kelola negara berbasis digital TKN-BG

ALTERNATIF SOLUSI DARI BERBAGAI PERMASALAHAN BANGSA

Peluang Usaha Phyto Fresh Oil