WOLFIA pendukung ketahanan pangan

 

Untuk budidaya mandiri yang aman konsumsi, Anda tidak perlu menggunakan air selokan. Anda bisa menggunakan air bersih yang ditambahkan sumber nutrisi organik atau anorganik berikut:

1. Nutrisi Organik (Paling Aman & Alami)

Jika ingin menjaga kualitas organiknya, Anda bisa menggunakan "teh kompos" atau pupuk kandang yang sudah difermentasi (matang):

  • Kotoran Ternak: Rendam sedikit kotoran ayam atau kambing yang sudah kering di dalam air (di wadah terpisah), ambil air rendamannya (yang sudah berwarna cokelat teh), lalu tuangkan ke media Wolfia. Ini memberikan nitrogen organik yang tinggi.

  • Air Cucian Beras: Ini adalah cara paling mudah untuk skala rumah tangga. Air cucian beras kaya akan vitamin B dan mineral yang disukai tanaman air.

  • Air Kolam Ikan: Jika Anda punya kolam lele atau nila, airnya sangat kaya akan amonia dari kotoran ikan. Ini adalah sistem aquaponics alami yang sempurna untuk Wolfia.

2. Nutrisi Anorganik (Skala Bersih)

Jika Anda ingin media yang lebih "steril" atau tidak berbau, Anda bisa menggunakan pupuk cair:

  • Pupuk AB Mix (Hidroponik): Gunakan dosis rendah (sekitar 300-500 PPM). Ini mengandung spektrum lengkap seperti Nitrogen (), Fosfor (), Kalium (), Magnesium (), dan mikronutrisi lainnya.

  • Pupuk NPK Cair: Tambahkan beberapa tetes pupuk NPK yang larut air. Fokus pada kandungan (Nitrogen) yang tinggi untuk memacu pertumbuhan protein hijau.

3. Elemen Pendukung Penting

Selain zat gizi di atas, Wolfia membutuhkan kondisi air tertentu agar nutrisinya maksimal:

  • Zat Besi (): Jika Wolfia mulai terlihat kuning/pucat, biasanya mereka kekurangan zat besi. Penambahan sedikit kelat besi (Iron Chelate) akan membuatnya hijau pekat kembali.

  • pH Air: Jaga pH air di kisaran 6.0 hingga 7.5. Jika air terlalu asam atau terlalu basa, penyerapan nutrisi akan terhambat.

  • Mineral Mikro: Trace elements seperti Boron () dan Mangan () biasanya sudah ada di air tanah, namun jika menggunakan air PAM (kaporit), sebaiknya air diendapkan dulu selama 24 jam sebelum digunakan.


Tips Keamanan: Jika Anda berniat memakannya langsung, pastikan wadah budidaya tertutup jaring halus agar tidak ada larva nyamuk atau kotoran hewan liar (seperti burung atau kucing) yang masuk ke air media.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFORMASI JILID 2 - tata kelola negara berbasis digital TKN-BG

ALTERNATIF SOLUSI DARI BERBAGAI PERMASALAHAN BANGSA

Peluang Usaha Phyto Fresh Oil