Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) untuk mendorong produk desa menembus pasar ekspor.

Video tersebut membahas tantangan dan upaya yang dilakukan oleh Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) untuk mendorong produk desa menembus pasar ekspor.

Berikut adalah poin-poin utama dari diskusi tersebut:

1. Tantangan Utama: Logistik dan Kesesuaian Pasar

  • Biaya Logistik Mahal: Sebagai negara kepulauan, biaya logistik menjadi hambatan besar yang membuat harga produk lokal kurang kompetitif dibandingkan barang impor [05:42].

  • Ketidakcocokan (Mismatch): Seringkali produk didorong ke pasar tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan pembeli di luar negeri [00:38].

2. Strategi Pengembangan Produk (3K & Hilirisasi)

  • Prinsip 3K: Produk harus memenuhi faktor Kualitas, Kapasitas, dan Kontinuitas agar bisa diterima secara konsisten oleh pasar internasional [04:53].

  • Hilirisasi: APUDSI mendorong pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi (seperti tempe atau produk kemasan) untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi [03:24].

  • Pendampingan Perusahaan Besar: Mendorong perusahaan besar (seperti Indofood atau Mayora) untuk membina UMKM desa agar produk mereka memenuhi standar kualitas dan pengemasan yang aman untuk pengiriman jarak jauh [04:18].

3. Inovasi Digital dan Teknologi

  • Platform Nuscorp (Nusantara Incorporated): Akan diluncurkan tahun depan sebagai gateway bisnis untuk mempertemukan pembeli luar negeri dengan penjual lokal secara aman [01:40].

  • Sistem Keamanan Transaksi: Bekerja sama dengan Kliring Berjangka Indonesia untuk memastikan transaksi aman bagi penjual maupun pembeli [02:04].

  • Solusi Logistik Drone: APUDSI sedang menjajaki penggunaan drone angkut tanpa awak (hybrid) untuk menekan biaya logistik dan mempercepat pengiriman komoditas segar antar pulau [05:58].

4. Peran Pemerintah dan Sinergi

  • Pemerintah Daerah: Sangat penting untuk menyelaraskan potensi produk unggulan daerah dengan kebutuhan pasar ekspor agar proses "huluisasi" berjalan efektif [00:21].

  • Sinergi Kementerian: APUDSI berupaya mengintegrasikan peran kementerian terkait (Kemendag, Kemenkop UMKM, Kemendes) agar UMKM desa bisa "naik kelas" dan berkontribusi pada devisa negara [07:46].

Tonton video selengkapnya di sini: Logistik Mahal Masih Jadi Kendala Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Baik. Saya akan menaikkan level dari sekadar ringkasan menjadi kerangka strategis yang operasional, aplikatif, dan bisa langsung dipakai di desa/kelurahan, selaras dengan peran Anda sebagai Kasi Pemerintahan Kelurahan dan minat Anda pada hilirisasi, UMKM desa, dan ekosistem ekonomi lokal.


A. INTI MASALAH (DIAGNOSIS STRATEGIS)

Video APUDSI ini sejatinya sedang menyampaikan satu pesan besar:

❝ Produk desa Indonesia bukan tidak laku di luar negeri — tapi salah cara masuk pasar

Masalah utamanya bukan produksi, melainkan sistem.

1. Logistik Mahal = Struktur Biaya Rusak

  • Produk desa sudah kalah sebelum bertanding

  • Barang impor → skala besar + subsidi logistik

  • Produk desa → volume kecil + rute panjang + tidak terkoordinasi

📌 Masalah struktural, bukan kesalahan UMKM.


2. Mismatch Produk = Salah Pintu Masuk Pasar

Contoh umum:

  • Desa memproduksi kopi, gula aren, rempah

  • Tapi:

    • Tidak tahu grade yang diminta buyer

    • Tidak tahu bentuk produk (biji / bubuk / ekstrak)

    • Tidak tahu standar kemasan & sertifikasi

📌 Ini bukan soal kualitas petani, tapi tidak adanya penerjemah pasar (market translator).


B. KERANGKA 3K APUDSI (DIBEDAH PRAKTIS)

1️⃣ KUALITAS (Quality)

Bukan “bagus menurut kita”, tapi:

  • Konsisten

  • Aman

  • Sesuai spesifikasi buyer

Contoh konkret:

  • Tempe ekspor:

    • Bukan tempe basah

    • Tapi tempe frozen / tempe kering / starter ragi

  • Rempah:

    • Bukan daun segar

    • Tapi powder, oil extract, oleoresin


2️⃣ KAPASITAS (Capacity)

Pasar ekspor tidak mau kecil-kecilan.

Masalah umum desa:

  • UMKM A: 50 kg/bulan

  • UMKM B: 30 kg/bulan

  • UMKM C: 20 kg/bulan
    ➡️ Buyer butuh 500 kg/bulan → gagal

📌 Solusi APUDSI:
➡️ Konsolidasi desa → klaster → koperasi ekspor


3️⃣ KONTINUITAS (Continuity)

Buyer internasional tidak suka fluktuasi:

  • Hari ini ada

  • Bulan depan kosong

Solusi:

  • Kalender tanam

  • Gudang bersama

  • Kontrak pasokan

📌 Ini wilayah peran pemerintah desa/kelurahan sangat kuat.


C. HILIRISASI: JANTUNG STRATEGI NAIK KELAS

Dari:

🟤 Bahan mentah
➡️ Nilai rendah
➡️ Berat
➡️ Mahal ongkir

Menjadi:

🟢 Produk olahan
➡️ Nilai tinggi
➡️ Ringan
➡️ Tahan lama

Contoh nyata:

  • Singkong → tepung mocaf

  • Kelapa → VCO / coconut sugar

  • Rempah → essential oil / extract

  • Ikan → fillet beku / abon / surimi

📌 Hilirisasi = memotong biaya logistik + menaikkan margin.


D. PERAN PERUSAHAAN BESAR (MODEL PEMBINAAN)

APUDSI mendorong model:

Bukan UMKM melawan korporasi, tapi UMKM dibina korporasi

Perusahaan besar:

  • Punya:

    • Standar

    • QC

    • Pengalaman ekspor

  • UMKM:

    • Punya bahan baku

    • Tenaga kerja

    • Wilayah produksi

📌 Ini model simbiosis, bukan eksploitasi.


E. NUSCORP: PLATFORM YANG SEBENARNYA DIBUTUHKAN

Bukan marketplace biasa, tapi:

Fungsi Nuscorp:

  1. Kurasi Produk

  2. Matching Buyer–Seller

  3. Keamanan Transaksi

  4. Pembayaran Terjamin

  5. Reputasi & rekam jejak

📌 Ini menjawab ketakutan UMKM desa:

  • Takut ditipu

  • Takut barang ditolak

  • Takut pembayaran macet


F. LOGISTIK DRONE: BUKAN GIMMICK

Drone angkut bukan untuk ekspor langsung, tapi untuk:

  • Antar pulau kecil

  • Antar sentra produksi

  • Produk segar & bernilai tinggi

Contoh cocok:

  • Ikan segar

  • Udang

  • Sayur organik

  • Sampel ekspor

📌 Ini memotong “biaya sunyi” logistik desa.


G. PERAN PEMERINTAH DAERAH (INI KUNCI)

Ini poin yang sangat relevan dengan posisi Anda.

Peran strategis Pemda/Kelurahan:

  1. Pemetaan Produk Unggulan

  2. Menjembatani Pasar & UMKM

  3. Membentuk Klaster Produksi

  4. Menyiapkan Legalitas

  5. Menjaga Kontinuitas

📌 Tanpa pemda → UMKM jalan sendiri → capek → gagal.


H. RUMUS PRAKTIS (BISA ANDA PAKAI)

FORMULA “DESA EKSPOR SIAP PAKAI”

1. Pilih 1 Produk Unggulan (Jangan Banyak)
➡️ Fokus

2. Tentukan Bentuk Hilirisasi
➡️ Bukan bahan mentah

3. Satukan UMKM dalam 1 Klaster
➡️ Kapasitas & kontinuitas

4. Standarisasi Kualitas
➡️ SOP sederhana

5. Hubungkan ke Gateway (APUDSI / Nuscorp)
➡️ Akses pasar


I. KESIMPULAN BESAR

❝ Ekspor desa bukan soal mimpi besar,
tapi soal desain sistem yang benar

APUDSI sedang:

  • Menata ulang alur ekonomi desa

  • Mengubah desa dari:

    • Objek bantuan
      ➡️ Subjek ekspor

Jika Anda mau, langkah berikutnya saya bisa:

  1. 🔹 Membuat model desa ekspor versi kelurahan

  2. 🔹 Menyusun roadmap 1 produk unggulan Madiun

  3. 🔹 Membuat template pemetaan UMKM + hilirisasi

  4. 🔹 Menyusun konsep program resmi kelurahan

Tinggal bilang: lanjut ke level mana.

 

Siap, Pak Irfa Darojat.
Berikut saya susun PAKET LENGKAP & TERSTRUKTUR yang bisa langsung Anda gunakan sebagai dokumen kerja kelurahan (operasional, bukan wacana).

Saya bagi menjadi 4 artefak inti sesuai poin Anda.


1️⃣ MODEL DESA EKSPOR VERSI KELURAHAN

(Model sistem, bukan proyek sekali jalan)

Nama Model (opsional – formal):

“Kelurahan Ekspor Berbasis Klaster & Hilirisasi”

Struktur Model

Warga / UMKM
     ↓
Klaster Produk Unggulan
     ↓
Unit Hilirisasi Bersama
     ↓
Konsolidasi Volume & Mutu
     ↓
Gateway Pasar (APUDSI / Nuscorp / Buyer)
     ↓
Ekspor / Pasar Nasional Premium

Peran Kelurahan (Kunci)

Kelurahan bukan pedagang, tapi:

  • Orkestrator

  • Penjamin kontinuitas

  • Penghubung sistem

Fungsi Konkret Kelurahan

FungsiBentuk Nyata
PemetaanDatabase UMKM
KonsolidasiKlaster produksi
LegalitasNIB, PIRT, Halal
MutuSOP sederhana
PasarAkses APUDSI / buyer

📌 Catatan penting:
Model ini aman regulasi karena kelurahan tidak bertransaksi jual-beli.


2️⃣ ROADMAP 1 PRODUK UNGGULAN MADIUN

(Contoh: bisa diganti sesuai hasil pemetaan)

Contoh Produk Unggulan Paling Realistis

Rempah & Turunannya (Serai, Jahe, Kencur, Pandan)
→ relevan dengan minat Anda pada aromaterapi & hilirisasi


ROADMAP 12 BULAN (REALISTIS)

🔹 FASE 1 – FONDASI (Bulan 1–3)

  • Pemetaan UMKM rempah

  • Tentukan 1 bentuk hilirisasi utama

    • contoh: essential oil serai

  • Bentuk Klaster Rempah Kelurahan

  • Susun SOP:

    • panen

    • pengeringan

    • penyimpanan


🔹 FASE 2 – HILIRISASI (Bulan 4–6)

  • Produksi:

    • minyak atsiri / serbuk / simplisia

  • Kemasan sederhana tapi standar

  • Uji kualitas (internal dulu)

  • Volume target kecil tapi stabil


🔹 FASE 3 – KONSOLIDASI & PASAR (Bulan 7–9)

  • Satukan produksi UMKM

  • Simpan di gudang bersama

  • Mulai listing:

    • APUDSI

    • buyer nasional

  • Simulasi ekspor (dokumen)


🔹 FASE 4 – AKSES EKSPOR (Bulan 10–12)

  • Matching buyer

  • Penyesuaian spesifikasi

  • Kontrak pasokan

  • Evaluasi & scale-up


3️⃣ TEMPLATE PEMETAAN UMKM + HILIRISASI

(Bisa jadi Google Sheet / Excel)

A. TEMPLATE DATA UMKM

NoNama UMKMProdukKapasitas/BlnBentuk Saat IniSiap Hilirisasi
1UMKM ASerai100 kgSegarYa
2UMKM BJahe50 kgKeringYa

B. TEMPLATE ANALISIS HILIRISASI

ProdukBentuk MentahBentuk OlahanNilai TambahTarget Pasar
SeraiSegarEssential OilTinggiEkspor
JaheKeringPowder / ExtractSedangNasional

C. TEMPLATE KESIAPAN EKSPOR

AspekStatusCatatan
LegalitasNIB perlu
MutuSOP perlu
VolumeKonsolidasi
KemasanUpgrade

📌 Template ini bisa langsung dipakai saat rapat kelurahan.


4️⃣ KONSEP PROGRAM RESMI KELURAHAN

(Siap dijadikan SK / proposal)

Nama Program:

“Program Pengembangan Produk Unggulan & Hilirisasi UMKM Kelurahan”


A. TUJUAN

  • Meningkatkan nilai tambah produk lokal

  • Mempersiapkan UMKM naik kelas

  • Membuka akses pasar nasional & ekspor

  • Menambah pendapatan warga


B. SASARAN

  • UMKM aktif

  • Kelompok tani / produsen

  • Pemuda produktif


C. KEGIATAN UTAMA

  1. Pemetaan & database UMKM

  2. Pembentukan klaster produk

  3. Pelatihan hilirisasi

  4. Standarisasi mutu & kemasan

  5. Akses pasar & pendampingan


D. MITRA STRATEGIS

  • APUDSI

  • Dinas Koperasi & UMKM

  • Dinas Perdagangan

  • Perguruan Tinggi

  • Perusahaan pembina


E. INDIKATOR KEBERHASILAN

  • Minimal 1 produk unggulan

  • Klaster aktif

  • Volume stabil

  • Transaksi pasar nyata


🎯 KESIMPULAN STRATEGIS

Yang Anda bangun ini bukan program biasa, tapi:

🔥 cikal bakal ekosistem ekonomi kelurahan berbasis ekspor

Dan yang paling penting:

  • Sesuai regulasi

  • Bisa dijalankan

  • Tidak tergantung bantuan terus-menerus


LANGKAH LANJUTAN (PILIH SATU):

1️⃣ Saya buatkan dokumen proposal resmi kelurahan (PDF/Word)
2️⃣ Kita tentukan 1 produk unggulan spesifik Madiun
3️⃣ Saya susun SOP sederhana hilirisasi
4️⃣ Kita buat narasi presentasi ke camat/dinas

Tinggal jawab:
👉 lanjut nomor berapa dulu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFORMASI JILID 2 - tata kelola negara berbasis digital TKN-BG

ALTERNATIF SOLUSI DARI BERBAGAI PERMASALAHAN BANGSA

Peluang Usaha Phyto Fresh Oil